Kirab 32 Kelenteng Guncang Jepara, Pecinan Welahan Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru
- Bang Yos
JEPARA,VivaJogja – Tabuhan genderang, aroma dupa dan suara petasan yang bersahutan menguar di antara barisan warga yang memadati jalan di kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan Jepara, Jumat (17/4).
Iring-iringan rupang, barongsai hingga liong 32 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia silih berganti memeriahkan perayaan Jutbio (Kirab) sakral dalam rangka Hari She-Jiet (kelahiran) Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee. Jutbio (kirab) itu menjadi panggung pertemuan antara spiritualitas dan kebudayaan.
Jutbio Hari She-Jiet 2026/Imlek 2577 yang digelar pada Jumat (17/04/2026) tak sekadar menjadi ritual keagamaan umat Tridharma. Lebih dari itu, kirab ini menjelma sebagai representasi kekayaan budaya yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan kirab yang disaksikan masyarakat bukan hanya kegiatan spiritual semata. Namun juga bentuk kekayaan budaya dan kuatnya toleransi di Jepara.
“Ini kekayaan budaya Jepara. Jutbio hari itu bukan hanya tentang tradisi yang dilestarikan, tetapi juga tentang masa depan, di mana budaya, spiritualitas, dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan Jepara dengan cara yang lebih bermakna," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kirab berlangsung semarak. Barongsai menari lincah mengikuti alunan musik tradisional, sementara tandu-tandu suci diarak penuh penghormatan.
Setiap langkah dalam prosesi ini sarat makna, simbol doa akan keselamatan, ketenteraman, serta ungkapan syukur atas limpahan berkah dan kemakmuran bagi seluruh warga Jepara.
Tak hanya warga lokal, kegiatan ini juga diikuti oleh 32 kelenteng dan perkumpulan barongsai dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa di antaranya dari Padang (Sumatera Barat), Gresik (Jawa Timur), Jakarta, Cepu Blora (Jawa Tengah) dan lainnya.
Menurut Bupati, kehadiran perwakilan kelenteng di Indonesia itu mempertegas jika kirab budaya HUT Kongco Hian Thian Siang Tee Welahan memiliki daya tarik yang melampaui batas wilayah, sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring budaya yang terbangun dari sejarah panjang kelenteng di Jepara.
“Ini potensi yang luar biasa karena memiliki sejarah yang panjang kelenteng di Kabupaten Jepara,” lanjut Witiarso.
Di tengah gemuruh perayaan, terselip harapan besar. Pemerintah Kabupaten Jepara melihat Jutbio bukan hanya sebagai warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang yang dapat dikembangkan.