Jagad Art Studio: Dari Mimpi Prasejarah ke Panggung Kreatif Bantul
- Istimewa
VIVA Jogja - Di tengah geliat industri kreatif yang semakin berwarna di Bantul, muncul sebuah kisah inspiratif dari seorang pemuda yang berani menempuh jalur berbeda. Iqbal Firmansyah, pendiri Jagad Art Studio, menjadikan kecintaannya pada film Jurassic Park dan dunia prasejarah sebagai pijakan untuk membangun usaha animatronik yang kini kian dikenal luas.
Perjalanan ini dimulai pada 2018, ketika Iqbal masih merintis usaha kecil dengan karya sederhana berupa dokar berbentuk dinosaurus. Saat itu, replika yang dibuatnya hanya bisa bergerak tanpa suara. Namun, rasa ingin tahu dan semangat berinovasi mendorongnya untuk terus bereksperimen. Ia kemudian mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan yang menampilkan animatronik dinosaurus lengkap dengan suara, dan pengalaman itu menjadi titik balik. Dari sana, lahirlah gagasan untuk menciptakan karya yang lebih hidup dan interaktif.
Bengkel sederhana di Ngoto, Bangunharjo, Sewon, menjadi saksi perjalanan panjang Jagad Art Studio. Di ruang kerja itu, Iqbal merancang konsep, memproduksi, hingga menyelesaikan setiap detail karyanya secara mandiri. Dedikasi dan ketekunan membuat hasil karyanya semakin realistis. Kini, replika dinosaurus buatannya tidak hanya bergerak, tetapi juga mengeluarkan suara yang menambah kesan nyata, seolah membawa pengunjung kembali ke zaman prasejarah.
Keberhasilan ini tidak berhenti pada dinosaurus. Jagad Art Studio juga menghadirkan animatronik lain, seperti kucing dan anjing berukuran besar yang mampu mengedipkan mata. Sentuhan detail tersebut membuat karya Iqbal terasa lebih interaktif, sekaligus menunjukkan bahwa animatronik bukan sekadar hiburan, melainkan juga medium seni yang memadukan teknologi dan imajinasi.
Iqbal menyadari bahwa minat masyarakat terhadap dinosaurus sangat besar, terutama karena pengaruh film dan budaya populer. Ia pun menjadikan momentum itu sebagai peluang untuk memperluas pasar. Dengan kreativitas yang terus berkembang, Jagad Art Studio perlahan menempatkan Bantul sebagai salah satu pusat inovasi animatronik di Indonesia.
Lebih dari sekadar usaha, perjalanan Iqbal mencerminkan semangat generasi muda yang berani mengambil risiko dan mengekspresikan ide. Ia berharap industri kreatif di Yogyakarta, khususnya Bantul, dapat tumbuh lebih luas dan memberi ruang bagi anak muda untuk berkarya. “Saya masih tergolong muda, harapannya di Jogja khususnya Bantul ini industri kreatifnya bisa meluas,” ujarnya penuh optimisme.