Ratusan Pelajar Adu Inovasi Robotik di Jepara, Disparbud Beri Apresiasi Tinggi

pelajar unjuk kreativitas dalam kompetisi robotik dan bahasa Inggris di Museum R.A. Kartini bersama Kadis Parbud
Sumber :
  • Bang Yos Vivajogja

JEPARA,VivaJogjaMuseum R.A. Kartini menjadi saksi bisu adu kreativitas ratusan pelajar dalam ajang kompetisi robotik dan bahasa Inggris tingkat SD/MI hingga SMP/MTs se-Jawa Tengah, Selasa (28/4). 

img_title Pabrik Garmen Legendaris di Jepara Tutup, 670 Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap kemampuan anak bangsa yang mampu memadukan teknologi canggih dengan semangat budaya lokal.

Ali Hidayat menyatakan bahwa kompetisi memperebutkan Piala Bupati Jepara 2026 ini merupakan bagian penting dari perayaan besar di Bumi Kartini.

img_title Progres Hampir 50 Persen, Bupati Jepara Pastikan Jalan Perbatasan Jepara-Demak Tepat Waktu

"Bulan April ini adalah bulannya orang Jepara. Selain peringatan Hari Jadi Jepara, kita juga memperingati hari lahir R.A. Kartini. Kehadiran kompetisi teknologi di museum ini memberikan warna baru yang sangat positif," ujar Ali.

Ia mengaku kagum melihat pelajar usia dini sudah mahir merakit robot. Ke depan, Ali berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan penyelenggara dapat  ditingkatkan untuk menggelar acara serupa dengan skala yang lebih masif.

img_title Gus Haiz Pimpin PPP Jepara, Pertahankan Hattrick Kemenangan dan Bidik Orang Nomor Satu Jepara

Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Robotasia (Robot Anak Indonesia) bersama Bee English ini tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional. Muhammad Alie Muzaki dari Robotasia Foundation menjelaskan bahwa peserta berasal dari berbagai daerah seperti Kudus, Pati, Rembang, dan Jepara.

Pemenang akan didaftarkan ke Pusat Prestasi Nasional,” kata dia. 

Pemilihan Museum R.A. Kartini sebagai lokasi kompetisi menjadi simbol kuat bahwa penguasaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia, yang mulai masif sejak 2025, harus tetap berpijak pada nilai-nilai sejarah.

Melalui ajang ini, Disparbud Jepara berharap Museum tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi wadah edukasi futuristik bagi generasi emas Indonesia.