Suluk–Sulur–Jepara: Jejak Peradaban Ukir Nusantara di Museum Nasional

Bupati Jepara Witiarso Utomo Didepan Mahakarya TATAH 2026 menghadirkan karya-karya maestro ukir Jepara yang menampilkan kekuatan estetika
Sumber :
  • Vivajogja/ist

JAKARTA, VivaJogjaPameran seni ukir berskala nasional TATAH 2026 resmi dibuka pada Selasa (29/4) di Museum Nasional Indonesia. Mengusung tema “Suluk – Sulur – Jepara”, pameran ini berlangsung hingga 5 Juli 2026 dan menandai pergeseran posisi ukiran Jepara dari komoditas massal menuju ranah seni murni bernilai tinggi.

img_title Gus Haiz Resmi Nahkodai PPP Jepara, Siap Perkuat Konsolidasi dan Layani Masyarakat

Pembukaan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang menegaskan bahwa tradisi ukir Jepara memiliki akar sejarah panjang dan kualitas artistik tinggi. Ia menyebut jejaknya telah berlangsung ratusan tahun, salah satunya terlihat pada ukiran di Masjid Mantingan.

“Ini menunjukkan keterampilan luar biasa. Kita ingin publik melihat bahwa talenta seniman Indonesia tidak hanya pada kanvas, tetapi juga pada medium kayu,” ujarnya.

Kurator pameran, Suwarno, menjelaskan bahwa tajuk “Suluk – Sulur – Jepara” merepresentasikan proses kreatif yang tidak hanya teknis, tetapi juga spiritual. Menurutnya, seni ukir merupakan perpaduan antara pengetahuan, keterampilan, dan laku estetik yang mendalam.

“Pengunjung akan melihat karya para maestro yang lahir dari ekspresi pribadi, bukan sekadar produk industri,” jelasnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa tatah bukan sekadar alat, melainkan perpanjangan nilai dan spiritualitas pengukir.

“Jepara tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga makna, identitas, dan peradaban,” tegasnya.

Ketua Umum HIMKI Pusat, Abdul Sobur, menilai kehadiran ukiran Jepara di museum merupakan capaian penting bagi industri kriya nasional yang selama ini identik dengan produk komersial.

Sementara itu, Ketua Pelaksana TATAH 2026, Veronica Rompies, menyoroti peran para perajin di tingkat akar rumput yang selama ini menjaga tradisi ukir tanpa sorotan.

“Kita memiliki utang kepada para pengukir yang terus berkarya di desa-desa. Pameran ini diharapkan tidak berhenti pada apresiasi, tetapi melahirkan solusi bagi keberlanjutan dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Pembukaan pameran turut dihadiri Lestari Moerdijat, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, serta sejumlah tokoh nasional, diplomat, dan seniman.

TATAH 2026 menghadirkan karya-karya maestro ukir Jepara yang menampilkan kekuatan estetika, filosofi, dan sejarah panjang kriya kayu nusantara. Pameran ini diharapkan menjadi momentum penguatan posisi seni ukir sebagai bagian penting dari identitas budaya sekaligus mendorong keberlanjutan ekosistemnya di tingkat nasional.

 
 
Halaman Selanjutnya
img_title