Aksi Budaya Mahasiswa Tolikara di Titik Nol, Semangat Persaudaraan Papua

Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Pegunungan Tolikara (IKB-PMPT) Korwil Yogyakarta-Solo gelar parade budaya Papua
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jogja – Titik Nol Yogyakarta menjadi panggung pertemuan budaya ketika Ikatan Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Pegunungan Tolikara (IKB-PMPT) Korwil Yogyakarta-Solo yang menggelar aksi budaya pada Sabtu (16/05/2026) malam. Pertunjukan yang berlangsung selama empat jam penuh ini menghadirkan beragam tarian tradisional khas Papua dan berhasil menyedot perhatian ribuan wisatawan yang memadati Malioboro dan Titik Nol pada libur panjang Kenaikan Isa Al Masih.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Tolikara tampil dengan penuh energi, membawakan tarian yang sarat makna kebersamaan dan persaudaraan. Ketua Korwil IKB-PMPT Yogyakarta-Solo, Amiton Wanimbo, menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penggalangan dana untuk mendukung pelaksanaan Natal 2026 serta seminar organisasi yang akan melibatkan mahasiswa asal Tolikara dari berbagai daerah di Jawa dan Bali. Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah seminar, yang akan difokuskan pada penguatan kapasitas pelajar dan mahasiswa melalui materi pengembangan organisasi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu tarian yang ditampilkan adalah Tarian Wisisi, warisan budaya masyarakat Pegunungan Tengah Papua yang hidup di kalangan Suku Lani. Tarian ini dikenal sebagai tari pergaulan tradisional yang melambangkan kegembiraan, kebersamaan, dan rasa syukur dalam berbagai acara adat. Sekitar 85 mahasiswa membawakannya dengan penuh semangat, menciptakan suasana hangat yang menyatukan penonton dengan para penampil. Selain itu, Tarian Perang khas Suku Lani juga ditampilkan, menggambarkan keberanian, kekuatan, dan semangat mempertahankan wilayah. Gerakan energik para penari pria menghadirkan simbol kejantanan dan kesiapan menghadapi tantangan, sekaligus memperlihatkan kekayaan nilai budaya Papua.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Kawasan Penyangga Jadi Destinasi Wisata Baru

Menurut Amiton, pertunjukan budaya ini bukan hanya hiburan, melainkan sarana memperkenalkan lebih luas seni dan budaya Papua yang sarat nilai kemanusiaan dan persatuan. Ia menekankan bahwa tarian-tarian tersebut membawa pesan tentang kebersamaan dan daya hidup masyarakat Papua yang patut diapresiasi. Kehangatan sambutan masyarakat Yogyakarta dan wisatawan menjadi bukti bahwa seni budaya Papua mampu menjembatani perbedaan dan memperkuat rasa persaudaraan.

Salah seorang wisatawan asal Pati, Agung, mengaku kagum setelah menyaksikan langsung pertunjukan tarian khas Papua untuk pertama kalinya. Ia menuturkan bahwa semangat dan energi yang ditampilkan para mahasiswa Tolikara terasa begitu kuat dan memikat. Kekaguman penonton seperti Agung menunjukkan bahwa aksi budaya ini berhasil membuka ruang apresiasi baru terhadap kekayaan seni Papua di tengah masyarakat luas.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Komunitas Seni Malioboro Hidup Kembali Lewat Gelaran O, – Nol Koma #1