Rakernas KOSTI 2026: Semangat Onthel Meriahkan Yogyakarta dan Dorong Wisata Ramah Sepeda

Komunitas Sepeda Tua Indonesia gelar Rakernas
Sumber :
  • Dok Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ratusan pecinta sepeda tua dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul di Kota Yogyakarta dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) 2026. Suasana Minggu (17/05/2026), terasa berbeda ketika deretan sepeda onthel klasik beriringan menyusuri kawasan Malioboro. Dimulai dari Benteng Vredeburg, rombongan peserta bersepeda bersama atau “ngonthel bareng” melintasi ikon wisata kota, lalu kembali ke titik awal. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga santai, melainkan juga ajang silaturahmi yang mempertemukan komunitas dari Lampung, Jakarta, Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, hingga Sulawesi.

img_title Bukit Hijau Jadi Panggung Kebangkitan, Milatul dan Andy Warnai Seri Perdana 76 Indonesian Downhill 2026

Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, turut hadir dan menyambut hangat kehadiran komunitas sepeda tua nasional. Ia menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki ikatan erat dengan budaya bersepeda, sehingga kehadiran KOSTI menjadi bukti bahwa kota ini tetap menjadi magnet bagi komunitas yang menjunjung tradisi bersepeda. Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan rasa syukur karena Yogyakarta dipercaya sebagai tuan rumah Rakernas. Ia juga menekankan bahwa kota ini senantiasa menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan bagi para tamu. “Jogja insyaallah istimewa, aman, dan selalu bersih. Terima kasih kepada KOSTI yang telah percaya pada Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Selain menyambut peserta, Hasto juga memberikan ucapan selamat kepada kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat KOSTI periode 2025–2029 yang baru saja dikukuhkan. Menurutnya, Rakernas KOSTI tidak hanya mendukung pengembangan pariwisata, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui bersepeda. Kehadiran ratusan onthelis dengan kostum unik menambah semarak suasana, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota yang ramah sepeda.

img_title Rizal Bawazier Desak Kementerian Koperasi Tuntaskan Kasus Tiga BMT Bermasalah di Pekalongan

Yogyakarta sendiri telah lama mengembangkan berbagai program yang mendukung budaya bersepeda. Di antaranya Gerakan Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe) yang mendorong masyarakat menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari-hari, inovasi Monalisa atau Menikmati Harmoni Kota Yogya dengan Jalur Sepeda Wisata yang menawarkan lima jalur wisata sepeda, serta program Sambang Kampung yang memperkenalkan pesona kampung-kampung di Yogyakarta melalui bersepeda. Program-program ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas kota sebagai destinasi yang ramah lingkungan.

Halaman Selanjutnya
img_title