Temuan Mengejutkan di Kriyan, Ornamen Kuno Diduga Terkait Istana Kalinyamat
- Vivajogja/istimewa
VIVAJogja – JEPARA, Sebuah temuan arkeologis di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, membuka peluang baru dalam penelusuran sejarah Kerajaan Kalinyamat. Warga menemukan sebuah ornamen batu kuno yang memiliki ukiran berbeda pada kedua sisinya, karakteristik yang jarang ditemukan pada peninggalan serupa di Jepara.
Ornamen berbahan batu andesit berwarna terang tersebut pertama kali ditemukan pada akhir 2022 di kawasan yang dikenal masyarakat sebagai Langgar Bubrah. Saat ini benda bersejarah itu disimpan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Assalafy, Muhammad atau Gus Mad.
Pendiri Yayasan Widya Gilang Gumilang Kriyan, Hisyam Maliki, mengatakan lokasi penemuan berada di area kompleks pemakaman yang selama ini diduga memiliki keterkaitan dengan sejarah Kerajaan Kalinyamat. Benda tersebut ditemukan saat warga melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar makam (09/06).
Dari hasil pengukuran, ornamen itu memiliki panjang sekitar 60 sentimeter, lebar 36 sentimeter, dan ketebalan 12,5 sentimeter. Bentuk, bahan, dan pola ukirannya disebut memiliki kemiripan dengan sejumlah ornamen yang terdapat di kompleks Masjid Mantingan dan Makam Ratu Kalinyamat.
Keistimewaan ornamen ini terletak pada ukiran yang menghiasi kedua sisinya. Salah satu sisi menampilkan motif flora dan sulur-suluran yang identik dengan seni hias masa Kalinyamat. Sementara sisi lainnya memperlihatkan figur yang diduga berasal dari tradisi ikonografi Hindu-Buddha, termasuk sosok yang menyerupai Kalabhairawa.
Menurut Hisyam, keberadaan dua corak berbeda dalam satu ornamen menunjukkan kuatnya proses akulturasi budaya yang terjadi pada masa transisi antara akhir pengaruh Majapahit, berkembangnya Kesultanan Demak, hingga era Kerajaan Kalinyamat.
Ia menilai temuan tersebut dapat menjadi petunjuk penting untuk memahami dinamika sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat pesisir utara Jawa pada abad ke-16. Pengaruh Hindu-Buddha, menurutnya, tidak serta-merta hilang ketika Islam berkembang, melainkan berbaur dan melahirkan bentuk ekspresi budaya baru yang tercermin dalam karya seni maupun arsitektur.
Hisyam juga menduga ornamen yang ditemukan bukanlah satu-satunya peninggalan yang masih tersisa. Kemungkinan masih terdapat bagian-bagian lain yang terkubur di kawasan sekitar dan menjadi bagian dari satu kesatuan bangunan atau kompleks yang lebih besar.