ArtJog 2026: Lintas Generasi, Ars Longa, dan Ruang Kreatif Seniman

Heri Pemad (tengah), dalam Media Gathering ArtJog 2026 di Yogyakarta
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

 

img_title ARS LONGA: Generatio, Seni, Air, dan Ingatan Kolektif

 

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Sebagai pusat denyut seni kontemporer, keberlanjutan ArtJog yang kini memasuki usia ke-19 kembali menegaskan perannya. Founder sekaligus Fair Director Chapter Jogja ArtJog, Heri Pemad, dalam Media Gathering di Yogyakarta, Kamis (11/06/2026), menyatakan bahwa sejak awal tujuan utama penyelenggaraan adalah menghadirkan ruang sekecil apa pun bagi seniman untuk tumbuh, berkreasi, dan berinteraksi dengan publik. “Memberikan ruang bagi seniman adalah konsentrasi besar kami. Di tengah keterbatasan infrastruktur, justru daya tahan para senimanlah yang membuat ekosistem ini tetap hidup,” ujarnya.

img_title Program Inkubasi Usaha Mikro LAZISNU DIY 2026: Sinergi Zakat Produktif dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Heri menyoroti bahwa keterbatasan ruang pamer di Yogyakarta tidak menjadi hambatan, melainkan pemicu kreativitas. Seniman dan pelaku seni mampu memanfaatkan ruang yang ada, bahkan ruang kelas sekolah dasar pernah diubah menjadi ruang pamer provokatif. “Kekurangan itu justru membuat seniman, manajemen, dan pekerja seni menjadi sangat kreatif,” tambahnya. ArtJog, menurutnya, bukan sekadar peristiwa seni, melainkan wadah yang menyatukan pasar, komunitas, dan ruang fisik dalam satu momentum.

Sejak pertama kali digelar, ArtJog telah menjadi arena penting bagi seniman lintas generasi. Heri mengingatkan bahwa perjalanan panjang ini tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Farah Wardani yang pernah terlibat dalam program ArtJog tahun 2010 di Taman Budaya. Tahun ini, Farah kembali hadir dengan peran lebih besar: ditunjuk sebagai kurator tamu untuk periode 2026–2028. Ia mengusung payung tema trilogi “Ars Longa”, sebuah refleksi tentang panjangnya perjalanan seni di tengah singkatnya hidup manusia. Pada perhelatan 2026, fokus temanya adalah “Ars Longa: Generatio”, yang menyoroti dialog seni lintas generasi bersama dosen dan peneliti antropologi Dave Lumenta. Pameran ini berlangsung di Jogja National Museum (JNM) dari 19 Juni hingga 30 Agustus 2026.

img_title Menko Zulhas Targetkan Pengelolaan Sampah di Kota Prioritas Rampung 2028

Farah menyebut bahwa keterlibatannya bukan sekadar melanjutkan tradisi, melainkan menghadirkan perspektif baru. “Saya senang sekali bisa kembali ke Jogja, kota rumah kedua saya. Walaupun kini tinggal di Bali, ArtJog selalu memberi alasan untuk kembali. Tema ini lahir dari refleksi panjang, dari obrolan tentang perjalanan dua dekade ArtJog, tentang generasi yang tumbuh bersama skena seni,” ujarnya. Menurutnya, ArtJog telah menjadi “household name” dalam ekosistem seni Indonesia, sebuah signature event yang merepresentasikan perkembangan seni kontemporer di negeri ini.

Halaman Selanjutnya
img_title