Karnamereka Hadirkan “Nestapa di Penghujung Senja”, Pop Punk yang Merangkul Kesedihan

Grup pop punk asal Wates, Kulonprogo, Karnamereka
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jogja - Grup pop punk asal Wates, Kulonprogo, Karnamereka kembali menorehkan jejak musikalnya dengan merilis single terbaru berjudul Nestapa di Penghujung Senja. Lagu ini resmi dipublikasikan pada Rabu, 3 Juni 2026 melalui berbagai platform digital streaming serta kanal YouTube resmi mereka. Karya terbaru ini menjadi penanda perjalanan panjang band yang telah berdiri sejak 2010, sekaligus menunjukkan evolusi musikal yang semakin matang.

img_title Polisi & Jaksa Memanas, Pakar Hukum Minta Tinggalkan Ego Sektoral Demi Cegah Kekosongan Penegakan Hukum

Single ini diciptakan oleh Herida Bar’is Seto atau yang akrab disapa Hero Herda. Ia menuturkan bahwa lagu tersebut lahir dari refleksi atas fase kehidupan yang penuh tekanan dan kesedihan. “Lagu ini mengajak pendengar untuk menerima kesedihan, tidak berpura-pura kuat, serta tetap bersabar karena harapan dan kebahagiaan akan datang setelah masa-masa berat berlalu,” ungkapnya. Di balik nuansa sendu, Nestapa di Penghujung Senja justru menghadirkan pesan hangat: bahwa menangis bukanlah kelemahan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang patut diterima.

Proses kreatif lagu ini tetap dilakukan secara mandiri. Hero Herda menulis lirik sekaligus merancang melodi dasar, lalu bersama Rolan dan Candra mendiskusikan aransemen yang paling tepat untuk menerjemahkan emosi. Rekaman dilakukan di studio dengan melibatkan ketiga personel, sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Bayu Sensen di BMD Music Studio. “Kami bertiga sudah terbiasa merancang lagu dengan ritme kerja masing-masing. Ketika pola dasarnya sudah jadi, bentuk akhir lagunya biasanya cepat terbentuk saat kami bertemu di studio,” jelas Hero.

img_title UGM Kukuhkan Dominasi Seni di Peksimiprov DIY 2026

Secara musikal, Nestapa di Penghujung Senja melanjutkan warna medium beat yang sebelumnya mulai terasa dalam lagu Titik Nadir dan Di Persimpangan. Karnamereka yang dulu identik dengan energi cepat khas pop punk kini lebih nyaman mengeksplorasi tempo sedang. Menurut Candra, perubahan ini terjadi secara alami seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup. “Medium beat memberi ruang agar pendengar bisa lebih masuk ke cerita dan rasa yang ada di dalam lagu tanpa menghilangkan identitas pop punk yang sudah melekat di Karnamereka,” ujarnya. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa pop punk tetap menjadi fondasi utama. “Pop punk bukan sekadar tempo cepat atau distorsi gitar, tetapi tentang kejujuran, semangat, dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” tambah Rolan.

Halaman Selanjutnya
img_title