Novel Debut Kalis Mardiasih Angkat Luka Keluarga dan Trauma Antargenerasi yang Kerap Dipendam
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
VIVA Jogja – Penulis dan aktivis perempuan Kalis Mardiasih resmi meluncurkan novel debutnya berjudul Makamkan Ibu di Samping Ayah, sebuah karya fiksi yang mengangkat persoalan keluarga, perceraian, dan trauma antargenerasi yang selama ini kerap tersimpan dalam ruang-ruang sunyi kehidupan masyarakat Indonesia. Novel yang diterbitkan Shira Media tersebut hadir sebagai drama keluarga yang sarat emosi dan refleksi, sekaligus menawarkan pembacaan baru tentang hubungan orang tua dan anak dalam konteks keluarga modern.
Peluncuran novel ini tidak hanya menjadi penanda langkah baru Kalis sebagai penulis fiksi setelah dikenal luas melalui berbagai esai dan tulisan sosial-budaya, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai isu yang semakin relevan di tengah masyarakat, yakni luka emosional yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kalis menjelaskan bahwa setiap generasi memiliki cara yang berbeda dalam memandang dunia. Perbedaan itu tampak dalam cara seseorang memaknai pekerjaan, status sosial, jabatan, impian masa depan, hingga bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Generasi muda yang tumbuh saat ini, menurutnya, hidup dalam konteks sosial yang berbeda dengan orang tua mereka sehingga memiliki cara pandang yang tidak selalu sejalan. “Anak-anak yang tumbuh hari ini tentu memiliki cara melihat kehidupan yang berbeda dengan orang tua mereka. Mereka menghadapi realitas yang berbeda dan karena itu memiliki cara berbeda pula dalam memaknai masa depan,” ujarnya.
Perbedaan tersebut bahkan dapat ditemukan dalam satu keluarga yang sama. Kalis menuturkan bahwa saudara kandung yang lahir dari rahim yang sama dan dibesarkan dalam lingkungan yang sama belum tentu memiliki pengalaman emosional yang serupa. Setiap anak memiliki hubungan yang unik dengan orang tuanya, sehingga membentuk cara pandang yang berbeda terhadap keluarga maupun kehidupan.
Fenomena itulah yang menjadi salah satu fondasi utama cerita dalam Makamkan Ibu di Samping Ayah. Novel ini bermula dari sebuah wasiat yang mengejutkan. Seorang ibu yang sedang menghadapi ajal meminta agar dirinya dimakamkan di samping mantan suaminya, seorang pria yang telah lama meninggalkan keluarga dan membangun kehidupan baru bersama perempuan lain.