Donasi Santunan Yatim dan Dhuafa di Tendoksari Jepara Tembus Rp118 Juta, Cetak Rekor Baru
- Vivajogja
VIVAJogja – JEPARA, Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan mewarnai kegiatan pengajian umum serta santunan yatim piatu dan dhuafa yang digelar di RT 1 RW 6 Dukuh Tendoksari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Tahun ini, jumlah donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp118.725.000, menjadi rekor tertinggi sepanjang pelaksanaan santunan tahunan di lingkungan RW 6 Tendoksari dan RT 5 Dukuh Gerjensari.
Ketua RW 6 Tendoksari, Suhartono, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, capaian tahun 2026 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp93.900.000.
“Alhamdulillah, warga justru bergembira ketika bisa meningkatkan donasi. Tidak ada paksaan, semuanya dilakukan dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan. Semoga menjadi keberkahan bagi seluruh warga,” ujarnya.
Dana santunan berasal dari enam wilayah, yakni RT 1 hingga RT 5 RW 6 Tendoksari serta RT 5 Dukuh Gerjensari. RT 1 menjadi penyumbang terbesar dengan donasi Rp35.792.000, disusul RT 5 Gerjensari sebesar Rp20.130.000, RT 2 sebesar Rp16.750.000, RT 3 sebesar Rp15.890.000, RT 4 sebesar Rp8.150.000, dan RT 5 Tendoksari sebesar Rp7.421.500. Sejumlah jamaah, lembaga, dan dermawan dari luar wilayah juga turut memberikan kontribusi.
Warga Tahunan Saat Terima Santunan (foto: istimewa)
- Vivajogja
Suhartono menilai budaya berbagi yang tumbuh di masyarakat telah menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Warga tidak hanya antusias saat berdonasi, tetapi juga merasa bangga karena semakin banyak anak yatim dan dhuafa yang dapat menerima manfaat dari santunan tersebut.
“Semangat bersedekah yang tumbuh di tengah masyarakat menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat persaudaraan antarwarga,” katanya.
Petinggi Desa Tahunan, H. Muhadi, mengapresiasi kekompakan warga Tendoksari dan Gerjensari yang mampu menghimpun dana santunan dalam jumlah besar. Ia juga menilai transparansi yang diterapkan panitia melalui sistem pelaporan terbuka menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Pelaporan yang terbuka dan bisa diakses warga menunjukkan pengelolaan dana yang baik. Ini patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, KH Solikhin mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang peduli terhadap anak yatim akan berada dekat dengan Nabi Muhammad SAW di surga.