Kebakaran SMPN 2 Karangpandan Saat Libur Sekolah, Tiga Ruang Vital Hangus, Disdik Pastikan Ijazah Alumni Aman

Kepala Dinas Pendidikan Karanganyar Hendro Prayitno saat meninjau ruangan yang terbakar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kebakaran melanda SMP Negeri 2 Bangsri, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB saat sekolah masih dalam masa libur akhir tahun ajaran. 

img_title Wedding Expo Perdana Hadir di Karanganyar, Farida dan Wulan Tertawa Lihat Foto Pernikahan Mereka Dipajang Vendor

Tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun siswa di lingkungan sekolah ketika api berkobar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan ruang Tata Usaha (TU), ruang Kepala Sekolah, dan ruang arsip, serta merusak berbagai aset dan dokumen penting sekolah.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, bergerak cepat mendatangi lokasi kebakaran. 

img_title Karanganyar Jadi Lokasi Panen Raya TNI di 43 Daerah, Petani Terima Mesin Panen Modern

Ia didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangpandan, Kapolsek, Danramil, pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kepala SMPN 2 Karangpandan, serta relawan untuk meninjau lokasi sekaligus memastikan proses pendataan kerusakan segera dilakukan.

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Ada tiga ruangan yang mengalami kebakaran, yakni ruang Tata Usaha, ruang Kepala Sekolah, dan ruang arsip," kata Hendro di lokasi, Rabu (1/7/2026). 

img_title GW Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang Rp 6,9 Miliar di Karanganyar, Kuasa Hukum Desak Penahanan

Menurut Hendro, pendataan sementara menunjukkan sejumlah aset sekolah yang digunakan untuk menunjang administrasi dan pembelajaran ikut terbakar. 

Di antaranya empat unit komputer, lima printer, dua mesin pemindai (scanner), satu unit server, tujuh laptop, DVR CCTV, proyektor, televisi, serta berbagai perangkat elektronik lainnya.

Tak hanya itu, api juga memusnahkan sejumlah dokumen penting sekolah, mulai dari arsip ijazah siswa, buku induk dua tahun terakhir, rapor siswa pindahan, dokumen administrasi, hingga alat tulis kantor (ATK).

Di tengah besarnya kerusakan tersebut, Hendro menyampaikan kabar yang melegakan bagi para alumni. Ia memastikan arsip ijazah alumni tidak ikut terbakar sehingga tetap dapat diakses apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Ijazah alumni aman," tegasnya.

Hendro mengatakan, fokus pemerintah saat ini bukan hanya melakukan pendataan kerugian, tetapi juga memastikan proses pemulihan sekolah berjalan cepat agar tidak mengganggu persiapan tahun ajaran baru.

"Kami masih melakukan pendataan kerugian. Yang terbakar ada tiga ruangan beserta peralatan elektronik dan dokumen administrasi. Setelah ini kami akan membantu sekolah dan berkoordinasi dengan semua pihak," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title