Festival Perumahan Karanganyar Dibuka, 42 Pengembang Tawarkan Rumah Subsidi Mulai Rp166 Juta
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Mimpi memiliki rumah sendiri kini bukan lagi angan bagi masyarakat Karanganyar dan sekitarnya.
Sebanyak 42 pengembang menghadirkan ribuan unit rumah subsidi dalam Festival Pembangunan Perumahan Rakyat 2026 yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar pada 8–12 Juli 2026.
Hunian yang dipasarkan dibanderol mulai Rp166 juta dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diproyeksikan membuat angsuran hanya sekitar Rp500 ribu per bulan melalui tenor hingga 40 tahun.
Festival tersebut menjadi salah satu pameran properti terbesar di Karanganyar tahun ini. Puluhan pengembang menghadirkan berbagai pilihan rumah subsidi dan komersial sekaligus memberikan layanan konsultasi pembiayaan, simulasi KPR, hingga informasi program pemerintah yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
Sekretaris REI Solo Raya, Budiiono, mengatakan Karanganyar kini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor perumahan paling pesat di wilayah Soloraya.
Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kota Solo serta berkembangnya kawasan industri membuat kebutuhan hunian terus meningkat.
"Karanganyar bersama Sukoharjo merupakan daerah yang perkembangannya sangat pesat. Kami dari REI Solo Raya terus mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah karena kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar," ujarnya.
Menurut Budiiono, tingginya permintaan rumah subsidi didorong oleh banyaknya pekerja di kawasan industri yang berpenghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR).
Kawasan Jaten, Gondangrejo hingga wilayah perbatasan Sukoharjo menjadi lokasi yang paling diminati karena memiliki akses mudah menuju Kota Solo dan pusat-pusat industri.
Saat ini harga rumah subsidi berada di kisaran Rp166 juta per unit. Budiiono mengatakan pemerintah telah menyiapkan kebijakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun yang direncanakan mulai berlaku pada Agustus 2026.
Jika kebijakan tersebut resmi diterapkan, angsuran rumah subsidi diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp500 ribu per bulan, sehingga semakin membuka peluang masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.
"Kami mendapat informasi bahwa kebijakan tersebut akan mulai diberlakukan pada Agustus. Dengan tenor yang lebih panjang, angsuran rumah subsidi diperkirakan bisa sekitar Rp500 ribu per bulan sehingga masyarakat berpenghasilan rendah memiliki kesempatan lebih besar untuk membeli rumah," kata Budiiono.