SILPA Rp214 Miliar Jadi Modal Baru Karanganyar, DPRD Minta Dimaksimalkan untuk Percepat Pembangunan dan Dongkrak PAD
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kabupaten Karanganyar memperoleh tambahan ruang fiskal yang cukup besar setelah mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar Rp214 miliar.
Nilai tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan melalui APBD Perubahan, sekaligus menjawab berbagai kebutuhan prioritas yang belum terakomodasi dalam anggaran murni.
Namun, di balik besarnya SILPA tersebut, DPRD Karanganyar mengingatkan agar setiap rupiah anggaran benar-benar diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain mempercepat pembangunan, pemerintah daerah juga diminta lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, mengatakan SILPA Tahun Anggaran 2025 mencapai sekitar Rp214 miliar dan akan menjadi salah satu sumber pembiayaan dalam pembahasan APBD Perubahan.
"SILPA tahun 2025 sekitar Rp214 miliar. Nanti akan dimanfaatkan dalam perubahan anggaran untuk mendukung program-program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah daerah," ujar Bagus, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pembahasan penggunaan SILPA akan dilakukan bersamaan dengan proses penyusunan APBD Perubahan sehingga alokasinya benar-benar sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan Kabupaten Karanganyar.
Selain menyoroti pemanfaatan SILPA, DPRD juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemerintahan melalui pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karanganyar Tahun Anggaran 2025.
Dalam evaluasi tersebut, DPRD menelaah berbagai aspek mulai dari capaian indikator kinerja utama, kesesuaian program dengan persoalan strategis daerah, efektivitas pelaksanaan urusan pemerintahan, hingga inovasi yang dihasilkan oleh perangkat daerah.
Secara umum, Bagus menilai pelaksanaan program pemerintah daerah selama tahun 2025 berjalan cukup baik. Meski demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian agar kualitas pembangunan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Salah satu perhatian utama DPRD adalah perlunya meningkatkan kemampuan daerah dalam menghasilkan pendapatan sendiri. Selama ini struktur pendapatan Kabupaten Karanganyar masih didominasi dana transfer pemerintah pusat, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga kemampuan fiskal daerah dinilai masih perlu diperkuat.
"Kami mendorong adanya peningkatan efisiensi sekaligus inovasi dalam menggali potensi daerah. Karanganyar memiliki banyak sumber pendapatan yang masih bisa dioptimalkan sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat dapat terus dikurangi," katanya.