Elite PDIP Belum Buka Suara Usai Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah belum memberikan tanggapan resmi setelah kadernya, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, belum adanya respons dari jajaran pimpinan partai itu turut menjadi sorotan publik.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Dolfie Othniel Frederic Palit, maupun Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Sumanto. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan pernyataan terkait OTT yang menjerat Etik Suryani.
Sementara itu, Etik Suryani telah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Solo sejak Kamis (9/7/2026) malam hingga Jumat (10/7/2026) dini hari.
Usai menjalani pemeriksaan, ia diberangkatkan menuju Jakarta melalui Bandara Adi Soemarmo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di KPK.
Berdasarkan pantauan di Mapolresta Solo, Etik keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 05.43 WIB dengan pengawalan penyidik KPK.
Mengenakan kemeja putih, rompi hitam, dan masker, ia memilih tidak memberikan komentar saat dihampiri awak media.
Selain membawa Etik, penyidik KPK turut mengangkut enam koper berwarna hijau serta sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan proses penyidikan.
Seluruh barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan sebelum rombongan bertolak menuju Bandara Adi Soemarmo.
Aktivitas penyidik di Mapolresta Solo sendiri telah terlihat sejak tengah malam. Sekitar pukul 00.48 WIB, dua unit Toyota Avanza Veloz berwarna hitam memasuki lobi utama Mapolresta Solo.
Beberapa orang yang diduga merupakan penyidik KPK turun dari kendaraan sambil membawa dokumen menuju ruang pemeriksaan.
Menjelang subuh, sekitar pukul 04.21 WIB, sejumlah penyidik kembali terlihat membawa enam koper berwarna hijau beserta beberapa berkas menuju lantai tiga Mapolresta Solo yang digunakan sebagai lokasi pemeriksaan.
Keberadaan koper-koper tersebut sempat menjadi perhatian awak media yang menunggu perkembangan kasus sejak malam.
KPK hingga kini belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara yang menjadi dasar operasi tangkap tangan tersebut.
Lembaga antirasuah itu juga belum mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang diusut, pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, maupun rincian barang bukti yang diamankan.