Wakil Bupati Sukoharjo Minta Publik Tak Berspekulasi usai OTT KPK, Sejumlah Ruang Setda Masih Disegel

Wakil Bupati Sukoharjo Buka Suara usai OTT KPK, Minta Publik Tak Berspekulasi saat Sejumlah Ruang Setda Disegel
Sumber :
  • VIVA Jogja

SUKOHARJO, VIVA Jogja - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo masih menyisakan banyak tanda tanya. 

img_title Imigrasi Gandeng KPK Perkuat Integritas Layanan Keimigrasian

Di tengah belum adanya keterangan resmi dari lembaga antirasuah, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo akhirnya angkat bicara dengan meminta masyarakat menahan diri dan tidak menggiring opini maupun berspekulasi mengenai perkara yang sedang diusut.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah aktivitas di kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo mengalami pembatasan.

img_title Abu Bakar Baasyir Hadiri HUT RI di Ngruki, Khidmat Ikuti Upacara dengan Tongkat

Sejumlah lantai tidak dapat diakses karena masih berada dalam pengamanan penyidik KPK yang melakukan penyegelan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Eko mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.

img_title Nama Gus Miftah Disebut dalam Sidang Korupsi Jalur Ganda Kereta Api, JCW Dorong KPK Lakukan Pendalaman

Karena itu, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan menyampaikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya sebelum KPK memberikan penjelasan resmi kepada publik.

"Hingga saat ini kami masih menunggu penjelasan resmi dari KPK mengenai perkara yang sedang ditangani. Kami belum bisa menyampaikan banyak hal karena belum mengetahui secara pasti pokok persoalannya," kata Eko kepada wartawan, Jumat, 10 Juli 2026.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan seluruh pihak yang saat ini sedang dimintai keterangan agar diberi kekuatan dan dapat menjalani proses hukum dengan baik.

"Kami mohon doa dari semua pihak, terutama bagi yang sedang dimintai keterangan, agar diberikan kekuatan, kemudahan, serta petunjuk sehingga dapat menghadapi semuanya dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Eko memastikan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta tetap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing sehingga pelayanan publik tidak terganggu akibat proses hukum yang berlangsung.

"Kami berharap semuanya bisa berjalan seperti biasanya. Tetap tenang dan kita tunggu rilis atau penjelasan resmi dari KPK," katanya.

Saat ditanya mengenai komunikasi terakhir dengan Bupati Sukoharjo sebelum operasi KPK, Eko mengaku terakhir bertemu sehari sebelumnya ketika menghadiri kegiatan di Batalyon Infanteri. Namun, menurutnya, tidak ada pembahasan sedikit pun terkait dugaan operasi tangkap tangan.

"Terakhir bertemu kemarin di Batalyon Infanteri. Tidak ada pembicaraan mengenai OTT," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title