Evakuasi Pendaki Lawu Cedera Habiskan Rp12 Juta, PUD Aneka Usaha Benahi Jalur
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Evakuasi pendaki yang mengalami kecelakaan di Gunung Lawu ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk mengevakuasi satu pendaki yang mengalami patah tulang saja, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai sekitar Rp12 juta.
Besarnya biaya operasi penyelamatan itu menjadi salah satu alasan PUD Aneka Usaha Karanganyar mengedepankan upaya pencegahan melalui perawatan jalur, termasuk menutup sementara jalur pendakian via Cemoro Kandang agar proses perbaikan dapat dilakukan secara maksimal.
Kepala Bidang Operasional dan Pengembangan PUD Aneka Usaha Karanganyar, Titin Riyadiningsih, mengatakan biaya tersebut merupakan gambaran besarnya sumber daya yang harus dikerahkan saat terjadi kecelakaan di jalur pendakian.
Karena itu, pengelola memilih melakukan mitigasi sejak dini dibanding harus melakukan operasi penyelamatan yang berisiko tinggi.
"Untuk satu kali evakuasi pendaki yang mengalami patah tulang bisa menghabiskan biaya sekitar Rp12 juta. Karena itu kami lebih memilih melakukan mitigasi dan perawatan jalur agar risiko kecelakaan dapat ditekan," ujar Titin saat ditemui VIVA Jogja di Sondokoro Heritage, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, operasi evakuasi di kawasan Gunung Lawu tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga melibatkan banyak personel, peralatan khusus, serta harus memperhitungkan keselamatan tim penyelamat. Kondisi medan pegunungan yang terjal membuat setiap proses evakuasi memerlukan perencanaan dan penanganan yang matang.
Sebagai langkah pencegahan, PUD Aneka Usaha secara berkala melakukan pemeliharaan jalur pendakian. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan bebatuan yang mengganggu lintasan, penanganan pohon tumbang, penggantian tali pengaman, hingga perbaikan pembatas jalur yang mulai lapuk.
Upaya itulah yang menjadi dasar penutupan sementara jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang selama satu hari. Penutupan dilakukan agar petugas dapat bekerja lebih optimal tanpa membahayakan pendaki yang masih beraktivitas di jalur.
Titin mengungkapkan, jalur Cemoro Kandang menjadi salah satu akses pendakian dengan tingkat kunjungan yang cukup tinggi. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pendaki yang melintasi jalur tersebut mencapai sekitar 2.000 orang, dengan mayoritas menuju kawasan kawah.
Tingginya intensitas pendakian membuat kondisi jalur lebih cepat mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perawatan secara berkala.