Ketua Komjak RI Sebut Indonesia Tak Kekurangan Pengkritik, yang Kurang Pembawa Solusi

Ketua Komjak RI Ingatkan Anak Muda Jangan Berhenti di Kritik, Saatnya Hadirkan Solusi
Sumber :
  • VIVA Jogja

BANYUMAS, VIVA Jogja - Indonesia dinilai tidak kekurangan orang yang mampu melihat persoalan. Tantangan yang dihadapi bangsa saat ini justru bagaimana melahirkan lebih banyak generasi muda yang berani menghadirkan solusi, memiliki daya juang, dan tidak mudah menyerah menghadapi perubahan zaman.

img_title PKB Kota Yogyakarta Kukuhkan Pengurus Baru, Gen-Z dan Perempuan jadi Garda Depan

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia, Prof Pujiyono Suwadi, saat menjadi pembicara dalam Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda di Pendopo Kabupaten Banyumas, dalam rilis yang diterima VIVA Jogja, Sabtu (18/7/2026).

Menurut Pujiyono, kualitas sumber daya manusia akan menjadi penentu utama keberhasilan Indonesia mewujudkan visi Indonesia Emas 2045

img_title Anak Muda Diminta Tak Hanya Terpukau Luar Negeri, Prof Pujiyono Ajak Bangga pada Potensi Indonesia

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang tangguh, adaptif, dan berpikir solutif.

"Bangsa ini tidak kekurangan orang yang mampu melihat masalah. Orang yang gelisah banyak, pengkritik banyak. Tetapi generasi bangsa ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang bukan hanya memberikan keluhan, tetapi juga menghadirkan solusi," ujar Pujiyono.

img_title Setu Sinau di Malioboro, Aksara Jawa Jadi Magnet Belajar Budaya Lintas Generasi

Ia menilai derasnya perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi generasi muda. Budaya media sosial yang kerap menampilkan keberhasilan secara instan membuat sebagian anak muda mudah membandingkan pencapaiannya dengan orang lain tanpa memahami proses panjang di baliknya.

Akibatnya, tidak sedikit generasi muda yang kehilangan kepercayaan diri, mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, bahkan kehilangan harapan. 

Menurut Pujiyono, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berbicara mengenai kecerdasan, tetapi juga ketahanan mental.

"Kita memiliki kepemimpinan yang suportif dan didukung oleh komitmen anak muda yang siap melangkah maju," katanya.

Ia optimistis Indonesia memiliki peluang besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 apabila mampu menyiapkan iron stock atau cadangan generasi muda yang tangguh, tidak mudah mengeluh, serta berani mengambil peran sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Pesan mengenai pentingnya membangun karakter generasi muda diperkuat Kejaksaan Negeri Purwokerto melalui berbagai program edukasi hukum yang menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, Slamet Jaka Mulyana, mengatakan perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman hukum agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya
img_title