Polisi Ungkap Kronologi Kebakaran PT Porto di Karanganyar, Peliputan Wartawan Diwarnai Pengusiran
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja – Kebakaran hebat yang melanda PT Porto Indonesia Sejahtera di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, kini memasuki tahap penyelidikan.
Kapolsek Kebakkramat Iptu Marindra Prasetya mengungkap kronologi awal sekaligus dugaan sementara penyebab kebakaran yang menghanguskan area produksi pabrik sandal tersebut.
Di balik proses penanganan kebakaran, muncul pula dugaan penghalangan terhadap kerja jurnalistik yang menjadi sorotan.
Pabrik PT Porto Indonesia Sejahtera berada tepat di samping SPBU Kebakkramat. Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari dalam kompleks pabrik sempat menyelimuti kawasan sekitar dan terlihat jelas dari jalur Solo–Sragen.
Puluhan personel pemadam kebakaran bersama relawan berjibaku memadamkan api agar kobaran tidak merambat ke bangunan lain.
Kapolsek Kebakkramat IPTU Marindra Prasetya menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 08.45 WIB setelah petugas keamanan perusahaan melihat adanya percikan api di sisi barat bangunan pabrik.
"Mendapat laporan tersebut, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran, relawan, serta personel Polres Karanganyar guna melakukan proses evakuasi dan pemadaman," ujar Iptu Marindra Prasetya, saat ditemui VIVA Jogja, dilokasi kebakaran, Minggu (19/7/2026)
Berdasarkan hasil pengamatan awal, sumber api diduga berasal dari bagian atas bangunan produksi maupun area penyimpanan bahan baku.
Material berupa biji plastik yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat membesar. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Besarnya kobaran api membuat petugas harus meminta bantuan armada pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Solo Raya.
Sebanyak 15 hingga 20 unit mobil pemadam diterjunkan ke lokasi setelah armada dari Kabupaten Karanganyar dinilai belum mencukupi.
Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian aktivitas pabrik sedang libur sehingga hanya petugas keamanan yang berjaga.
Menurut Marindra, material berupa biji plastik yang mudah terbakar serta embusan angin yang cukup kencang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas juga berkoordinasi dengan PT Astra Daima agar armada pemadam dapat mengisi ulang pasokan air.