SDN 4 Seloromo di Karanganyar Hanya Punya 14 Siswa, Kelas VI Belajar Berdua hingga Ada yang Sendirian
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Suasana belajar di SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terasa berbeda dari sekolah dasar pada umumnya.
Di tengah ruang kelas yang disekat menjadi beberapa bagian, jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran sangat terbatas. Bahkan, ada kelas yang hanya diisi satu orang siswa.
Kondisi tersebut bukan karena sekolah berhenti menerima peserta didik. Persoalannya lebih kompleks. Sekolah yang berdiri sejak 2006 itu berada di wilayah dengan jumlah penduduk yang relatif terbatas dan angka kelahiran yang rendah.
Hampir dua dekade setelah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Mardiyanto, SDN 4 Seloromo kini hanya memiliki 14 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI.
Salah satu siswa yang masih bertahan adalah Dafa, siswa kelas VI. Ia menjalani aktivitas belajar dengan seorang guru tanpa teman sekelas di dalam ruangan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat Dafa kehilangan semangat untuk bersekolah. Ia mengaku tetap nyaman mengikuti kegiatan belajar mengajar meski harus belajar seorang diri.
"Enggak takut. Kalau belajar sama Bu Guru sendirian," ujar Dafa saat ditemui di sekolah.
Bagi Dafa, suasana belajar yang hanya diikuti dirinya dan guru justru membuat proses pembelajaran terasa seperti belajar privat. Ia juga mengaku tidak terlalu terganggu dengan kondisi ruang kelas yang berdekatan dan hanya dipisahkan sekat.
Dafa kini duduk di kelas VI dan bersiap menghadapi tahapan akhir pendidikan sekolah dasar. Ia tetap mengikuti kegiatan pembelajaran seperti siswa lainnya.
Guru SDN 4 Seloromo, Suyono, mengatakan kondisi minimnya jumlah siswa sebenarnya bukan persoalan baru. Sejak sekolah berdiri, jumlah peserta didik di sekolah tersebut memang relatif sedikit, berkisar dua hingga beberapa siswa dalam satu angkatan.
"Ini sebenarnya seperti ini dari sekolah ini berdiri. Muridnya ya hanya dua, tiga gitu saja. Memang ini sekolah kecil," kata Suyono.
Menurut dia, kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik wilayah sekitar sekolah. SDN 4 Seloromo berada di kawasan yang hanya mencakup dua RT dengan perkembangan permukiman yang relatif terbatas. Sebagian warga yang tinggal di sekitar sekolah juga didominasi masyarakat berusia lanjut.