Jelang Revitalisasi, Sejumlah Sarang Tawon Vespa Ditemukan di Karaton Surakarta

Sejumlah Sarang Tawon Vespa Ditemukan di Karaton Surakarta, Damkar Turun Tangan
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja – Sejumlah sarang tawon vespa atau tawon ndas ditemukan di beberapa titik kawasan Karaton Surakarta Hadiningrat. 

img_title PGS Solo Resmi Tutup Permanen, 400 Pekerja Terancam Kehilangan Mata Pencaharian, Gedung Segera Dilelang

Keberadaan serangga yang dikenal agresif ketika sarangnya terganggu itu membuat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta turun tangan melakukan evakuasi sebagai langkah antisipasi keselamatan di tengah program revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

Penanganan sarang tawon dilakukan untuk mencegah potensi bahaya bagi pekerja revitalisasi, abdi dalem, wisatawan, maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan karaton.

img_title Hasil Uji Lab Keracunan Siswa SD Al Abidin Solo Terungkap, Bakteri E. coli Ditemukan pada Semangka

Pihak Karaton Surakarta Hadiningrat berkoordinasi dengan Damkar Kota Surakarta untuk melakukan evakuasi. 

Penanganan dilakukan oleh personel Damkar yang memiliki keahlian dan peralatan khusus untuk menangani sarang tawon dengan tetap memperhatikan kondisi kawasan karaton sebagai cagar budaya.

img_title Limbah Jerami Disulap Jadi Media Literasi Keuangan Anak, Inovasi Siswa MAN 2 Surakarta Jadi Sorotan

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan aspek keselamatan menjadi perhatian penting seiring pelaksanaan revitalisasi Karaton Surakarta oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

"Revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat bukan semata-mata pemugaran bangunan bersejarah, tetapi juga memastikan seluruh proses pekerjaan berlangsung dengan aman. Keselamatan pekerja, abdi dalem, wisatawan, dan masyarakat merupakan prioritas," ujar Gusti Moeng dalam rilis yang diterima VIVA Jogja, Kamis (23/7/2026). 

Menurutnya, koordinasi dengan Damkar Kota Surakarta dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi keberadaan sarang tawon vespa yang berpotensi membahayakan. Ia juga mengapresiasi respons cepat petugas Damkar dalam melakukan penanganan di kawasan karaton.

Sementara itu, KRMH Suryo Kusumo Wibowo, Juru Pelihara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jawa Tengah sekaligus cucu Sri Susuhunan Paku Buwono XII, menilai penanganan sarang tawon tersebut menjadi bagian dari mitigasi risiko dalam pelaksanaan revitalisasi kawasan cagar budaya.

"Keselamatan pekerja revitalisasi, abdi dalem, wisatawan, serta masyarakat harus menjadi prioritas utama. Keberadaan sarang tawon vespa memiliki potensi membahayakan apabila tidak segera ditangani oleh petugas yang berkompeten," kata Suryo.

Menurutnya, revitalisasi Karaton Surakarta tidak hanya berkaitan dengan pelestarian fisik bangunan bersejarah. Keamanan lingkungan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan agar proses revitalisasi dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

Halaman Selanjutnya
img_title