Kisah Titik Nol Arif Media, Berawal dari Pasangan Suami Istri hingga Jadi Ikon Advertising Karanganyar

Kisah Pasutri Dirikan Titik Nol hingga jadi Advertising besar di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ada cerita di balik nama Titik Nol Arif Media. Bukan sekadar nama tempat, istilah tersebut menggambarkan sebuah titik awal perjalanan usaha yang dirintis Arifin bersama istrinya sejak 2012.

img_title Tiga Kali Simpanan Cair Lancar, Surono Percaya BMT Alfa Dinar Selama 19 Tahun hingga Kepercayaan Itu Diuji

Dari sebuah usaha yang dibangun berdua, perlahan muncul satu karyawan. Kemudian bertambah menjadi tiga orang. 

Perjalanan itu terus berlanjut hingga Arif Media berkembang dan mampu mengerjakan berbagai proyek advertising di sejumlah wilayah Indonesia.

img_title Jadi Guru Besar, Katno Hadi Dorong Ekonomi Soloraya Lewat Wisata Terintegrasi dan Siapkan Peternakan Sapi

Manager Arif Media Advertising, Bagus Prasmitra, mengatakan istilah Titik Nol memiliki makna tersendiri dalam perjalanan usaha tersebut.

Menurut dia, Titik Nol dimaknai sebagai pusat atau titik kumpul berbagai aktivitas yang berkaitan dengan media dan publikasi, khususnya di Kabupaten Karanganyar.

img_title FMPK Desak DPUPR Karanganyar Evaluasi Proyek Jalan Rp48 Miliar, Soroti Ruas Bendungan–Jengrik

"Jadi, Titik Nol itu adalah pusat. Untuk media, semua yang berkaitan dengan publikasi itu pusatnya di sini. Inspirasinya berawal dari semacam titik kumpul, khususnya untuk area Kabupaten Karanganyar," kata Bagus, mengawali cerita pada VIVA Jogja, Sabtu (25/7/2026). 

Namun, sebelum istilah itu dikenal sebagai sebuah titik pusat, perjalanan Arif Media justru dimulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana.

Arifin bersama istrinya menjadi orang pertama yang merintis usaha tersebut pada 2012.

Keduanya memulai perjalanan usaha dari bawah. Tahun pertama menjadi masa untuk membangun dan mengembangkan usaha secara perlahan. Hingga akhirnya, mereka mampu merekrut seorang karyawan.

Memasuki tahun berikutnya, jumlah tenaga kerja bertambah hingga tiga orang bersama Arifin.

"Awalnya Pak Arifin dengan istrinya. Kemudian usahanya semakin berkembang, mulai punya satu karyawan. Tahun berikutnya bertambah menjadi tiga orang bersama beliau," ujar Bagus.

Perkembangan tersebut kemudian membawa Arif Media ke babak baru. Dari tempat usaha yang sebelumnya dikontrak, Arifin akhirnya mampu membeli sebuah ruko di kawasan barat RSUD Karanganyar, tepatnya di Dusun Kayangan.

Arif Media mulai membangun kerja sama dengan berbagai instansi dan vendor.

Kemampuan produksi pun semakin berkembang hingga mampu mengerjakan berbagai kebutuhan advertising.

Neon box, huruf timbul, papan nama dan berbagai produk media promosi lainnya menjadi bagian dari pekerjaan yang ditangani.

Bagi Bagus, perjalanan tersebut tidak bisa dilepaskan dari semangat yang dibangun sejak awal. Arif Media bahkan memiliki slogan "iso gawe opo wae", yang mencerminkan upaya untuk mengerjakan berbagai kebutuhan pelanggan.

Halaman Selanjutnya
img_title