Belajar dari Kebakaran Hampir 2.000 Hektare, Karanganyar Perketat Patroli Hutan Gunung Lawu

Petugas gabungan memperagakan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan dalam Apel Siaga Karhutla di kawasan Gunung Lawu, Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu kembali menjadi perhatian serius memasuki puncak musim kemarau.

img_title Bawaslu Karanganyar Tembus Dua Besar Nasional, 31 Kampung Pengawasan Ditargetkan Berlipat Ganda

Belajar dari kebakaran besar yang pernah melanda kawasan Gunung Lawu pada 2023, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Perum Perhutani KPH Surakarta, Polri, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperketat patroli di kawasan hutan untuk mencegah munculnya titik api.

Patroli gabungan difokuskan di kawasan hutan setiap pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Rentang waktu tersebut dinilai paling rawan karena suhu udara meningkat dan embusan angin dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

img_title IPAL SPPG Jati Rembes, Warga Mengadu hingga DPRD, Begini Kondisinya Sekarang

Administratur KKPH Perhutani KPH Surakarta, Agus Supriyanto Ganasari, mengatakan langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Polri, TNI, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan.

Sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan hutan juga terus digencarkan agar pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama.

img_title Kepala SPPG Jati Muntah Usai Cicipi Ayam, MBG 94 Siswa SDN 2 Jati Batal Dibagikan

"Kami berharap dengan dukungan seluruh stakeholder dan kesiapan yang sudah dilakukan, kebakaran hutan tidak terjadi tahun ini," ujar Agus, usai apel gelar pasukan hadapi karhutla dilapangan Kemuning, Senin (3/8/2026). 

Agus mengungkapkan aktivitas pembuatan arang di kawasan lereng Gunung Lawu yang selama ini kerap dikaitkan dengan risiko kebakaran hutan terus mengalami penurunan.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Perhutani bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar kawasan hutan.

Meski aktivitas tersebut semakin berkurang, pengawasan tetap diperketat mengingat potensi kebakaran pada musim kemarau masih cukup tinggi.

Selain faktor aktivitas manusia, kondisi cuaca yang kering juga meningkatkan risiko munculnya titik api di kawasan hutan.

Agus menambahkan, Perhutani siap mendukung rencana pembangunan embung sebagai sumber air untuk penanganan kebakaran hutan apabila terdapat usulan resmi dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar sesuai ketentuan Kementerian Kehutanan. Hingga kini, usulan tersebut masih menunggu proses lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menegaskan potensi kebakaran hutan tetap ada selama puncak musim kemarau berlangsung.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Halaman Selanjutnya
img_title