Dana Pensiun Rp369 Juta Tak Bisa Dicairkan, Staf DPRD Karanganyar Kini Menanti Penyidikan Kasus BMT Alfa Dinar

Hampir 20 tahun menyisihkan hasil kerja, Surono kini hanya berharap tabungan Rp369 juta milik keluarganya dapat kembali
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Selama hampir 20 tahun, Surono rutin menyisihkan penghasilannya setiap bulan demi mempersiapkan masa pensiun. 

img_title Pilkades Karanganyar Diproyeksi Butuh Rp50 Miliar, DPRD Minta Dana Disiapkan Mulai Sekarang

Gaji sebagai Staf DPRD Karanganyar, hasil pertanian, hingga keuntungan dari usaha kios dikumpulkan sedikit demi sedikit dan disimpan di BMT Alfa Dinar dengan harapan dapat menjadi modal usaha di hari tua.

Namun, harapan itu kini berubah menjadi penantian panjang. Dana simpanan keluarganya sebesar Rp369 juta hingga kini belum dapat dicairkan. 

img_title Februari 2027, Karanganyar Gelar Pilkades, Bupati Ingatkan Calon Jangan Picu Gesekan

Di saat yang sama, Satreskrim Polres Karanganyar telah meningkatkan penanganan dugaan persoalan pengelolaan dana nasabah BMT Alfa Dinar ke tahap penyidikan.

Surono mengaku mulai menjadi nasabah BMT Alfa Dinar pada 2006. Saat itu, ia memilih lembaga keuangan syariah tersebut karena tertarik pada sistem bagi hasil yang dinilai lebih tinggi dibandingkan lembaga keuangan konvensional.

img_title 25 Nasabah BMT Alfa Dinar Melapor ke Polisi, Kerugian Capai Rp150 Juta, Satreskrim Siap Buka Posko Jika Bertambah

Selain itu, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa sebagian hasil usaha yang diterimanya telah dipotong zakat untuk disalurkan kepada pondok pesantren, kaum dhuafa, dan kegiatan sosial lainnya.

Kepercayaan tersebut membuat Surono mengikuti program simpanan berjangka Isy Karima, yakni setoran rutin Rp1 juta setiap bulan selama lima tahun. Setelah jatuh tempo, pokok simpanan beserta bagi hasil akan dikembalikan kepada nasabah.

Selama hampir dua dekade menjadi nasabah, ia mengaku telah tiga kali menerima pencairan pokok beserta bagi hasil. 

Pengalaman itu membuatnya semakin yakin untuk terus menyimpan dana keluarga di BMT Alfa Dinar hingga memiliki empat rekening dengan total simpanan mencapai Rp369 juta.

Menurut Surono, tanda-tanda persoalan mulai dirasakannya menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Ia mengaku sempat curiga ketika bingkisan Lebaran yang biasa diterima nasabah nilainya berkurang hampir separuh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tidak lama kemudian, beredar informasi mengenai kondisi BMT Alfa Dinar. Saat mencoba memastikan kondisi simpanannya dan berencana melakukan pencairan dana, permintaannya tidak dapat dipenuhi.

"Saya mulai curiga ketika bingkisan Lebaran berkurang hampir separuh. Setelah muncul kabar soal kondisi Alfa Dinar, saya mencoba menanyakan pencairan dana, ternyata sudah tidak bisa," ujar Surono pada VIVA Jogja, di ruang Jalak, DPRD Karanganyar, Kamis (6/8/2026). 

Halaman Selanjutnya
img_title