19 Tahun Menabung di BMT Alfa Dinar, Staf DPRD Karanganyar Kini Hanya Bisa Menunggu Janji Pengembalian Rp369 Juta
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Selama hampir dua dekade, Surono tak pernah ragu mempercayakan sebagian hasil kerjanya kepada BMT Alfa Dinar.
Sedikit demi sedikit, uang yang ia sisihkan dari penghasilannya terkumpul hingga mencapai Rp369 juta.
Bagi staf DPRD Kabupaten Karanganyar itu, tabungan tersebut bukan sekadar angka di buku rekening, melainkan bekal yang dipersiapkan untuk masa depan keluarganya.
Kini, setelah 19 tahun menjadi anggota, keyakinan yang selama ini ia pegang sedang diuji.
Dana yang ia simpan belum bisa dicairkan. Di saat penyidik Satreskrim Polres Karanganyar mulai mengusut dugaan persoalan pengelolaan dana di BMT Alfa Dinar, Surono memilih satu sikap yang mungkin tidak mudah dilakukan banyak orang: menunggu.
Ia belum melapor ke polisi. Ia masih ingin memberi kesempatan kepada koperasi yang selama bertahun-tahun ia percaya untuk memenuhi janji pengembalian dana yang disebut akan dilakukan pada 8 Agustus 2026.
"Belum, Pak. Saya belum lapor. Menunggu keputusan besok. Katanya tanggal 8 ada pengembalian dana," ujar Surono kepada wartawan diruang OR DPRD Karanganyar, Jumat (7/8/2026).
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan penantian panjang seorang anggota yang sejak 2006 tidak pernah membayangkan akan berada dalam situasi seperti sekarang.
Surono mengenal BMT Alfa Dinar pada 2006. Saat itu, koperasi syariah tersebut menawarkan sistem bagi hasil yang menurutnya lebih menarik dibanding lembaga keuangan konvensional.
Ia juga mendapatkan penjelasan bahwa sebagian keuntungan usaha disisihkan untuk zakat yang disalurkan kepada pondok pesantren, kaum dhuafa, dan berbagai kegiatan sosial.
Ia mengikuti program simpanan berjangka Isy Karima dengan setoran rutin Rp1 juta setiap bulan selama lima tahun. Program tersebut berjalan sesuai perjanjian. Ketika jatuh tempo, pokok simpanan beserta bagi hasil diterimanya.
Bukan sekali, melainkan tiga kali Surono berhasil mencairkan simpanannya tanpa hambatan.
Rekam jejak itulah yang membuat kepercayaannya semakin kuat. Sedikit demi sedikit, ia kembali menempatkan dana keluarga di BMT Alfa Dinar. Hingga akhirnya ia memiliki empat rekening dengan total simpanan mencapai Rp369 juta.
Tidak ada alasan baginya untuk curiga.