Anak Muda Diminta Tak Hanya Terpukau Luar Negeri, Prof Pujiyono Ajak Bangga pada Potensi Indonesia
- VIVA Jogja
PATI, VIVA Jogja - Media sosial telah mengubah cara generasi muda memandang dunia. Destinasi wisata, gaya hidup, hingga budaya luar negeri hadir setiap hari di layar ponsel.
Di tengah derasnya arus informasi itu, muncul kekhawatiran bahwa banyak anak muda justru lebih mengenal keindahan negara lain dibandingkan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia sendiri.
Pesan itulah yang disampaikan Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia (GSI), Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, dalam forum Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda di Pendopo Kabupaten Pati.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia yang menjadi modal besar untuk membangun masa depan bangsa, sehingga sudah seharusnya generasi muda menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air.
"Kalau setiap hari yang kita lihat di media sosial adalah orang berlibur ke luar negeri, lama-kelamaan kita merasa di sanalah tempat yang paling indah. Padahal Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa," ujar Pujiyono.
Ia mencontohkan kawasan Twelve Apostles di Melbourne, Australia, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Namun, menurutnya, Indonesia memiliki banyak kawasan yang menawarkan pengalaman wisata tak kalah menarik, salah satunya Karimunjawa.
"Di Karimunjawa kita bisa menikmati pantai, menyelam, snorkeling, hingga menikmati hasil laut di tepi pantai. Itulah Indonesia," katanya.
Menurut Pujiyono, persoalan yang dihadapi bukan terletak pada minimnya potensi, melainkan masih kurangnya kepedulian untuk mengenal, menjaga, dan mengembangkan kekayaan yang dimiliki negeri sendiri.
Ia menegaskan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tidak cukup diwujudkan melalui slogan ataupun seremoni. Nasionalisme harus tercermin dalam tindakan nyata, mulai dari mengenal potensi daerah, menjaga lingkungan, hingga menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kalau bukan kita yang bangga terhadap Indonesia, siapa lagi yang akan menjaga dan mengembangkannya?" ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pujiyono juga memperkenalkan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) sebagai gerakan yang mendorong masyarakat untuk tidak berhenti pada kritik, melainkan melahirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, setiap perubahan selalu diawali dari kepedulian dan kegelisahan terhadap kondisi yang dihadapi. Namun, kegelisahan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.