FMPK Desak DPUPR Karanganyar Evaluasi Proyek Jalan Rp48 Miliar, Soroti Ruas Bendungan–Jengrik

"Koordinator FMPK, Andriyanto (Andre Heho), menyampaikan desakan agar DPUPR Karanganyar mengevaluasi sejumlah proyek pembangunan jalan di Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Forum Masyarakat Peduli Karanganyar (FMPK) mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karanganyar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah proyek pembangunan jalan yang tengah berjalan di wilayah tersebut.

img_title BMT Dinar Mulia Karanganyar Digeledah Polisi, 128 Anggota Konfirmasi Persoalan Dana

Desakan itu disampaikan setelah FMPK mengaku menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan pekerjaan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Koordinator FMPK, Andriyanto atau yang akrab disapa Andre Heho, mengatakan perhatian utama organisasinya saat ini tertuju pada proyek peningkatan Ruas Jalan Bendungan–Jengrik yang memiliki nilai kontrak sekitar Rp4,7 miliar.

img_title Kebakaran Putri Cempo Jadi Alarm, TPA Sukosari Disiram, Warga Terdampak Asap Dievakuasi

Menurut Andre, FMPK menduga terdapat pekerjaan pasangan talud penahan tanah yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana yang dipersyaratkan dalam kontrak pekerjaan.

"Berdasarkan hasil pemantauan kami di lapangan, terdapat dugaan pasangan talud yang kualitas pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis. Hingga saat ini, menurut pengamatan kami, belum terlihat adanya pembongkaran maupun perbaikan terhadap bagian yang kami nilai perlu dievaluasi," kata Andre, dalam rilis yang diterima VIVA Jogja, Jumat (7/8/2026). 

img_title Hari Kedua TPA Putri Cempo Masih Terbakar, Water Bombing Terkendala Tali Pengangkut Air Putus

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang untuk memastikan mutu pekerjaan benar-benar sesuai dengan perencanaan.

Selain proyek Ruas Bendungan–Jengrik, Andre menyebut FMPK juga mengamati sedikitnya enam paket proyek pembangunan jalan lainnya yang menurut hasil pemantauan organisasinya memiliki pola metode pelaksanaan yang dinilai hampir serupa.

Menurutnya, apabila metode pelaksanaan maupun penggunaan material tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak, maka kualitas hasil pembangunan dikhawatirkan tidak akan mencapai standar mutu yang direncanakan.

"Karena itu kami meminta evaluasi tidak hanya dilakukan pada satu proyek, tetapi juga terhadap proyek-proyek lain yang menurut pengamatan kami memiliki pola pelaksanaan yang hampir sama," ujarnya.

Andre mengatakan, total anggaran sejumlah proyek pembangunan jalan yang menjadi perhatian FMPK mencapai sekitar Rp48 miliar.

Dengan nilai anggaran yang cukup besar tersebut, ia menilai pengawasan dari seluruh pihak harus dilakukan secara maksimal agar hasil pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title