Kaesang Pilih Dapil Jateng 5, Jokowi Ungkap Perhitungan di Balik Langkah Politik Putranya
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Keputusan Kaesang Pangarep untuk maju dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 5 rupanya tidak dianggap sebagai langkah politik tanpa perhitungan oleh Joko Widodo.
Presiden ke-7 RI itu menilai keputusan tersebut sudah melalui kalkulasi, termasuk memperhitungkan risiko yang akan dihadapi Kaesang ketika masuk dalam persaingan di dapil tersebut.
"Itu sudah menjadi keputusan Mas KSA. Saya kira itu sudah dihitung, sudah dikalkulasi, apa, risiko-risikonya," kata Jokowi pada wartawan di kediamannya di Sumber, Solo, Rabu (12/8/2026).
Jokowi menyebut perhitungan politik juga menjadi bagian yang seharusnya dilakukan oleh partai. Menurut dia, PSI memiliki tim yang berkaitan dengan kalkulasi politik sebelum sebuah keputusan diambil.
"PSI punya tim yang berkaitan dengan hitung-hitungan politik," ujarnya.
Namun, Jokowi tidak menutup mata terhadap tantangan yang akan dihadapi Kaesang.
Ia secara terbuka menyebut Dapil Jawa Tengah 5 sebagai wilayah yang berat untuk pertarungan politik.
"Tetapi ya kita tahu bahwa Dapil 5 Jawa Tengah itu adalah dapil yang sangat berat," kata Jokowi.
Karena keputusan sudah dibuat, Jokowi menilai Kaesang harus siap menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut. Menurutnya, tidak ada lagi alasan untuk ragu setelah keputusan politik ditetapkan.
"Tapi sudah diputuskan masuk, ya hadapi risiko dan segera kuasai lapangan," ujarnya.
Di balik keputusan Kaesang maju di Dapil Jawa Tengah 5, muncul pertanyaan apakah Jokowi ikut memberikan arahan kepada putranya.
Jokowi membantahnya.
"Nggak ada, nggak ada, nggak pernah ada saya," tegas Jokowi.
Ia kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut sudah semestinya dibuat berdasarkan kalkulasi yang matang.
"Sudah memutuskan pasti sudah dihitung dengan kalkulasi yang matang," ujarnya.
Dalam percakapan dengan wartawan, Jokowi juga dikonfirmasi mengenai posisi Kaesang yang akan berada satu dapil dengan Puan Maharani.
"Iya, ya kalau di Dapil 5 ya," jawab Jokowi.
Namun, Jokowi tidak masuk lebih jauh dalam membahas potensi persaingan tersebut. Ia justru menegaskan bahwa dirinya tidak memberikan arahan politik kepada Kaesang.
Sebagai ayah, Jokowi memilih mengambil posisi sebagai orang tua yang memberikan dukungan, bukan menentukan langkah politik anaknya.