Karanganyar Kekurangan 350 Guru, 500 Pegawai Diproyeksi Pensiun Setahun

350 Guru Kurang di Karanganyar, 500 Pegawai Diproyeksi Pensiun Setahun (Foto: VIVA Jogja)
Sumber :
  • VIVA Jogjq

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kekurangan guru masih menjadi pekerjaan rumah sektor pendidikan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

img_title Kuasa Hukum Ungkap Jejak Dana BMT Dinar Mulia ke Bisnis Emas, Kerugian 112 Korban Rp13 Miliar

Dinas Pendidikan mencatat kebutuhan guru yang belum terpenuhi mencapai sekitar 350 orang, terutama untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Persoalan itu berpotensi semakin berat seiring banyaknya pendidik dan tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun.

img_title Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 3 Warga Ngringo Karanganyar Belum Diketahui Keberadaannya

Kepala Dinas Pendidikan Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, sebanyak 25 pendidik dan tenaga kependidikan menerima SK pensiun pada Senin (31/8/2026). Mereka akan memasuki masa purna tugas mulai 1 September.

“Hari ini ada 25 pensiun. Kepala sekolah, guru, kemudian juga beberapa personel dari Korwil dan pengawas,” kata Hendro usai penyerahaan SK pensiunan guru di ruang Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (31/8/2026). 

img_title QRIS Karanganyar Meledak Rp1,29 Triliun, Pajak dan Retribusi Mulai Didorong Masuk Sistem Digital

Menurut Hendro, pensiun pegawai di lingkungan pendidikan bukan terjadi dalam satu momentum saja. Setiap bulan, rata-rata terdapat 25 hingga 30 pendidik dan tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas.

Dampaknya paling terasa pada kebutuhan guru SD.

Hendro menyebut kekurangan guru SD di Karanganyar saat ini mencapai sekitar 350 orang. Di sejumlah sekolah, kekurangan satu hingga dua guru masih menjadi kondisi yang harus dihadapi.

“Secara keseluruhan kekurangannya hampir sekitar 350-an guru,” ujarnya.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemkab Karanganyar memilih mengoptimalkan tenaga yang sudah tersedia sembari menunggu kebijakan pengadaan formasi dari pemerintah pusat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menarik kembali ASN yang sebelumnya ditempatkan di jenjang TK untuk memperkuat kebutuhan guru SD.

Hendro menyebut terdapat sekitar 300-an ASN yang sebelumnya ditempatkan di TK. Dari jumlah tersebut, 105 orang telah ditarik kembali ke SD.

Penataan tersebut masih akan dilanjutkan dalam tahap berikutnya.

“Iya, tarik semuanya,” kata Hendro saat menjelaskan rencana penarikan ASN tersebut.

Menurut dia, redistribusi ASN menjadi salah satu strategi Pemkab Karanganyar untuk menyiasati kekurangan guru, khususnya di tingkat SD.

Sementara untuk posisi kepala sekolah yang kosong karena pensiun, Dinas Pendidikan masih melakukan pembahasan sebelum dilakukan pengisian.

Sekretaris Daerah Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan kebutuhan tenaga pendidikan juga harus dihadapkan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun.

Halaman Selanjutnya
img_title