Karanganyar Kejar Empat Besar Wisata Jawa Tengah, Akses dari Solo Jadi Andalan

Karanganyar genjot konektivitas dan event demi mengejar empat besar wisata Jateng. (Foto: VIVA Jogja)
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyiapkan strategi baru untuk memperbesar arus kunjungan wisatawan sekaligus mengejar target masuk empat besar daerah dengan pergerakan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah.

img_title Kebakaran Putri Cempo Jadi Alarm, TPA Sukosari Disiram, Warga Terdampak Asap Dievakuasi

Selain memperbanyak agenda wisata, Pemkab Karanganyar mulai mendorong penguatan konektivitas dengan Solo. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah memperluas jangkauan layanan Batik Solo Trans (BST) hingga Karanganyar.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Yoppi Eko Jati Wibowo, mengatakan perluasan akses transportasi tersebut diarahkan untuk memudahkan wisatawan dari Solo menuju berbagai destinasi di Karanganyar.

img_title Hari Kedua TPA Putri Cempo Masih Terbakar, Water Bombing Terkendala Tali Pengangkut Air Putus

Menurut dia, Bupati Karanganyar menginginkan layanan BST dapat menjangkau Terminal Makuthoromo di Karangpandan. Dari titik tersebut, wisatawan nantinya dapat meneruskan perjalanan menggunakan shuttle menuju sejumlah objek wisata.

“Bapak Bupati menghendaki BST sampai di Karangpandan. Bagaimana caranya dikomunikasikan agar BST bisa sampai Terminal Makuthoromo,” kata Yoppi, Rabu (2/9/2026).

img_title Kisah Iwan Adranacus, Bos INDACO yang Menemukan Persaudaraan dari Sebuah Peristiwa

Konsep yang disiapkan cukup sederhana. Wisatawan dari Solo dapat memanfaatkan transportasi umum menuju Karangpandan, kemudian berganti shuttle untuk mencapai tujuan wisata yang diinginkan.

Sejumlah destinasi yang disebut antara lain Candi Cetho, Candi Sukuh, Tawangmangu hingga kawasan makam Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Kalau BST bisa sampai Makuthoromo kemudian masyarakat atau pendatang menyewa shuttle di situ, bisa ke Candi Cetho, Candi Sukuh, Tawangmangu, atau ke makam Pak Harto,” ujarnya.

Yoppi menilai pola transportasi tersebut dapat membuka pilihan baru bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi. Wisatawan juga tidak perlu mengemudi sendiri ketika ingin berwisata di Karanganyar.

“Yang tidak punya kendaraan atau yang ingin piknik tetapi tidak mau susah-susah menyetir dan motoran bisa naik BST, bisa naik shuttle,” katanya.

Meski demikian, perluasan BST tersebut belum menjadi layanan yang terealisasi. Pemkab Karanganyar masih perlu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Solo, untuk membahas kemungkinan pengembangan konektivitas tersebut.

Penguatan transportasi bukan satu-satunya strategi yang disiapkan Karanganyar. Pemkab juga menjadikan event sebagai salah satu mesin utama untuk meningkatkan pergerakan wisatawan.

Yoppi optimistis Karanganyar dapat menembus empat besar daerah dengan pergerakan wisatawan terbesar di Jawa Tengah pada akhir 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title