Tak Ada Angkutan Umum Memadai, Orang Tua di Karanganyar Terpaksa Beri Motor ke Anak, Bupati Kaji BST
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Ketiadaan angkutan umum yang memadai membuat sebagian pelajar di Kabupaten Karanganyar harus mengandalkan sepeda motor untuk berangkat ke sekolah.
Bahkan, sejumlah orang tua terpaksa memberikan kendaraan kepada anak mereka karena jarak rumah dan sekolah cukup jauh.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan keluhan mengenai sulitnya akses transportasi itu disampaikan masyarakat, terutama orang tua siswa.
Menurut Rober, penggunaan sepeda motor oleh pelajar dalam kondisi tersebut bukan semata pilihan. Para orang tua mengambil langkah itu karena tidak memiliki alternatif angkutan umum yang memadai.
“Beberapa orang tua murid yang ada di SMP-SMP, yang rumahnya jauh ini, mereka harus memberikan sepeda motor. Karena tidak ada angkutan umum yang memadai,” kata Rober, Rabu (2/9/2026).
Persoalan itu kemudian membuka kembali pembahasan mengenai kemungkinan pengembangan layanan Batik Solo Trans (BST) agar dapat menjangkau wilayah Karanganyar yang membutuhkan akses transportasi umum.
Namun, Pemkab Karanganyar belum memastikan bentuk maupun waktu realisasinya. Rober mengatakan pemerintah masih akan mengkaji kebutuhan dan kelayakan layanan tersebut sebelum mengambil keputusan.
“Kita kaji, kita komunikasi dengan BST, apakah ini sudah layak atau tidak,” ujarnya.
Kajian transportasi tersebut juga bersinggungan dengan kebutuhan akses menuju kawasan wisata Karanganyar.
Rober menyebut wacana layanan BST dari Palur hingga Karangpandan sebelumnya pernah muncul. Jalur itu diharapkan dapat menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata.
Namun, rencana tersebut belum terealisasi.
Kini, Pemkab Karanganyar membuka kemungkinan untuk kembali mendorongnya. Evaluasi akan dilakukan lebih dahulu untuk mengetahui apakah rute tersebut memang layak dijalankan.
“Kalau itu layak, kami akan dorong. Kami akan komunikasi dengan BST untuk bisa hadir,” kata Rober.
Meski demikian, Rober belum memberikan kepastian mengenai kapan layanan tersebut dapat direalisasikan. Menurut dia, keputusan tidak bisa diambil hanya berdasarkan wacana, tetapi harus melalui pengkajian terlebih dahulu.
Bagi Pemkab Karanganyar, kebutuhan angkutan umum kini tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Akses pelajar menuju sekolah juga menjadi salah satu persoalan yang perlu dicarikan solusi.