Koperasi Masyarakat Wisata Karanganyar Resmi Dibentuk, Kolaborasi UMKM Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Lokal

Parmin Sastro Wijono Dewan Pengawas Koperasi Pariwisata
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja – Sentra oleh-oleh terbesar dan terlengkap di Karanganyar, Makutoromo, kini semakin memperkuat peranannya dalam pemberdayaan UMKM lokal dengan membentuk sebuah koperasi yang bertujuan mengembangkan usaha secara kolektif. 

img_title Politisi Demokrat Leo Edi Kusumo Tutup Usia, Bupati Rober dan Wabup Adhe Melayat, Ketua Golkar Sampaikan Belasungkawa

Koperasi ini bernama Koperasi Masyarakat Wisata Karanganyar. Koperasi ini digagas oleh para pelaku UMKM sendiri yang selama ini menjadi produsen sekaligus suplier utama di Makutoromo.

Saat ini, Makutoromo menampung lebih dari 170 UMKM dengan lebih dari 1.500 item produk. Koperasi ini dibentuk sebagai langkah strategis untuk mengkolaborasikan tiga aspek utama: modal, produk, dan pemasaran.

img_title Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Karanganyar, Tiga Orang Terluka, Salah Satunya Dikabarkan Ojol

“Dengan koperasi, kita bisa mengkolaborasikan modal melalui simpanan pokok, wajib, dan sukarela. Ini akan mempercepat pertumbuhan usaha bersama,” ujar Parmin Sastro Wojono, selaku Dewan Pengawas Koperasi Masyarakat Wisata Karanganyar, Selasa (29/4/2025). 

Tak hanya itu, koperasi juga mendorong kolaborasi produk dengan mengemas berbagai item dari beberapa UMKM dalam satu kotak oleh-oleh. Konsep ini diharapkan mampu meratakan penjualan antar pelaku usaha, baik yang produknya sudah laris maupun yang masih kurang dikenal.

img_title Hilang Sejak Dini Hari, Pegawai DLH Karanganyar Ditemukan Meninggal di TPS Depan Pemakaman

“Dengan satu box berisi lima produk dari UMKM berbeda, semuanya akan terpromosikan sekaligus kepada masyarakat,” lanjutnya.

Koperasi ini juga akan mengadopsi sistem digital dengan memanfaatkan aplikasi SmartKop, yang memungkinkan anggota koperasi memantau simpanan, produk, dan penjualan secara real-time dari smartphone mereka. 

Digitalisasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran tidak hanya secara offline, tetapi juga online melalui berbagai platform marketplace.

“Semangatnya adalah membangun kebersamaan, dan sejalan dengan program pemerintah dalam penguatan koperasi desa Merah Putih,” kata Parmin. 

Karena koperasi ini berbadan hukum koperasi produsen, maka seluruh anggotanya memang adalah para produsen itu sendiri.

Salah satu terobosan yang menjadi ikon adalah paket oleh-oleh dalam satu box berisi lima item dari berbagai UMKM. 

Produk ini akan menjadi andalan Makutoromo, memudahkan konsumen dalam memilih oleh-oleh tanpa harus berkeliling membawa keranjang.

"Dengan langkah ini, Koperasi Makutoromo berharap mampu menjadi model penguatan UMKM berbasis kolaborasi yang dapat direplikasi di daerah lain," pungkasnya.