Penipuan Kurban Jelang Idul Adha Ancam Peternak Karanganyar, Termasuk yang Pernah Suplai Sapi ke Jokowi
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja – Suparno peternak sapi asal Desa Pandeyan yang selama tiga tahun belakangan rutin menyuplai hewan kurban untuk Presiden Jokowi, nyaris jadi korban penipuan berkedok pembelian sapi kurban.
Pelaku menghubungi via WhatsApp, mengaku sebagai pembeli dari Jawa Timur, dan memesan sapi jumbo seharga Rp139 juta. Komunikasi dilakukan lewat video call dan disertai bukti transfer palsu. Truk pengangkut pun dipesan secara daring oleh pelaku.
Namun, saat akan mengirim sapi, Suparno menyadari ada yang janggal karena akses mobile banking-nya terblokir. Dana pun tak masuk ke rekening. Untung, sapi belum sempat dikirim.
"Saya langsung curiga dan hentikan semuanya. Nomor pelaku juga tak bisa dihubungi lagi," ujar Suparno, Minggu (4/5).
Diduga, pelaku juga menyalahgunakan data pribadi untuk mengakses rekeningnya. Suparno mengimbau peternak agar tidak mudah percaya meskipun sudah ada video call atau bukti transfer.
"Pastikan uang benar-benar masuk sebelum kirim hewan," pesannya.
Sementara itu untuk penjualan sapi kurban tahun ini Suparno mengaku masih sepi. Meski begitu sapi-sapi Suparno, seperti Limosin dan Simmental tetap dirawat ketat dan dijaga kesehatannya.
Suparno juga menjelaskan bahwa seluruh sapi yang ia pelihara—seperti Limosin, Simmental, dan PO—dirawat secara khusus, dengan berat antara 700 kg hingga 1 ton.
"Semua hewan yang kita jual sudah dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan uji laboratorium resmi dari dinas peternakan," paparnya.
Perawatan sapi dilakukan secara intensif selama 4–6 bulan sebelum Iduladha. Dari pakan, pemeriksaan kesehatan, hingga latihan gerak agar sapinya tetap fit.
Terkait kemungkinan kembali dipercaya untuk menyuplai hewan kurban kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto, Suparno belum menerima informasi pasti.
Namun, ia sudah menyiapkan sapi-sapi unggulan jika permintaan dari Istana kembali datang.
"Kalau memang dibutuhkan, kami siap. Tapi yang paling penting sekarang adalah memastikan transaksi aman. Jangan sampai niat ibadah malah berujung kerugian," pungkasnya.