Menuju Idul Adha Hijau, Surakarta Larang Kantong Plastik untuk Kurban
- Ist/VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Menyambut Iduladha, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengimbau warga untuk tidak menggunakan kantong plastik dalam pendistribusian daging kurban.
Hal ini disampaikan Respati setelah rapat koordinasi dengan Forkompimda di Mapolresta Surakarta pada Selasa (3/6).
“Sudah kita bicarakan bersama, distribusi daging kurban tahun ini harus bebas dari kantong plastik,” ujar Respati.
Ia menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari gerakan ramah lingkungan. Sebagai solusi, Respati mengusulkan penggunaan wadah tradisional seperti besek dari anyaman bambu, daun pisang, atau baskom.
“Dengan ini, kita bisa lebih menjaga lingkungan,” tambahnya.
Selain itu, Respati juga meminta masyarakat tidak sembarangan membuang limbah kurban, terutama di sungai. Ia menegaskan pula larangan menampung dan memperjualbelikan darah hewan kurban.
“Limbah dan darah hewan jangan dibuang sembarangan. Ini sudah jadi kesepakatan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, data dari Dinas Pertanian dan Perikanan Surakarta menunjukkan ketersediaan hewan kurban: 3.139 sapi, 5.929 kambing, dan 32 domba. Semua hewan tersebut sudah melalui pemeriksaan kesehatan dan dipastikan bebas dari virus PMK.
“Kami sudah pastikan semua hewan kurban sehat,” tutur Respati.
Selain stok hewan, Respati juga meyakinkan masyarakat bahwa pasokan bahan pangan dan BBM di Surakarta masih aman dan mencukupi untuk Iduladha tahun ini.
“Stok pangan dan BBM aman, sudah kami koordinasikan dengan Bulog dan Pertamina,” pungkasnya.