Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Kecewa, Kantor Kecamatan Colomadu Terkunci Saat Jam Layanan
- Ist/VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sehari jelang libur Idul Adha, Bupati Rober Christanto dan Wakil Bupati Karanganyar singgah di Kantor Kecamatan Colomadu, Kamis (5/6/2025).
Dalam unggah diakun Tiktok pribadi Rober Christanto yang dilihat Viva Jogja, siang itu, cuaca cukup terik ketika iring-iringan kendaraan Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana tiba di Kantor Kecamatan Colomadu.
Tidak ada sambutan, tidak ada aktivitas mencolok. Namun, begitu mereka melangkah menuju pintu utama, pemandangan yang tak diduga membuat suasana berubah seketika—pintu kantor dalam kondisi terkunci.
Bukan hanya pintu utama, bahkan akses ke ruang pelayanan masyarakat juga tertutup rapat. Padahal, jam di tangan masih menunjukkan waktu kerja aktif: pukul 12.00 WIB.
“Ini kantor kecamatan lho, tempat pelayanan publik. Kok bisa-bisanya ditutup semua seperti ini?” ujar Bupati Rober, matanya menyapu seluruh halaman kantor yang tampak sepi. Nada suaranya tidak keras, tapi sarat dengan kekecewaan yang dalam.
Seorang pria berseragam Korpri—yang diyakini adalah Camat setempat—tampak gugup menyambut kedatangan tersebut.
Ia berdalih bahwa staf sedang dalam jam istirahat. Namun jawaban itu tidak cukup meredakan amarah para pemimpin daerah.
Wakil Bupati Adhe Eliana, dengan ekspresi serius, angkat suara. Ia tidak menyembunyikan kekecewaannya.
“Istirahat boleh. Tapi jangan sampai pelayanan ditinggal semua. Apa susahnya gantian? Ini lho, masyarakat bisa datang kapan saja,” ujarnya lantang, sambil menatap lekat ruang yang terkunci.
Suasana di halaman kantor berubah tegang. Sejumlah pegawai mulai berdatangan, mencoba menjelaskan. Tapi Bupati tetap bersikap tegas.
“Kalau seperti ini terus, orang bisa mengira kantor kecamatan ini tidak melayani masyarakat,” ucapnya sambil menggelengkan kepala.
Tak hanya pelayanan yang dikeluhkan, kondisi fisik kantor pun menjadi sorotan tajam. Sarang laba-laba menggantung di beberapa sudut ruangan, mencerminkan perawatan yang tidak maksimal.
Parahnya lagi, pendingin ruangan (AC) terpasang tepat di atas pintu masuk. Air buangannya rawan menetes dan membuat lantai licin.
“Kalau ada warga yang terpeleset, bagaimana? Kita ini harusnya memastikan mereka aman, bukan malah membahayakan,” kata Wakil Bupati sembari menunjuk titik rawan tersebut.