Kekecewaan Warga Desa Kemuning Meledak Lewat Aksi Coret-Coret Protes

Vandalisme desak copot kades Kemuning
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Suasana pagi di Desa Kemuning, Ngargoyoso, mendadak gempar pada Rabu (11/6/2025). Tiga titik strategis di desa tersebut dicorat-coret dengan tulisan provokatif #WayaheGantiKades

img_title Politisi Demokrat Leo Edi Kusumo Tutup Usia, Bupati Rober dan Wabup Adhe Melayat, Ketua Golkar Sampaikan Belasungkawa

Aksi ini menyulut perhatian publik dan mengisyaratkan adanya gelombang keresahan yang tak bisa lagi dibendung.

Tulisan tersebut muncul dengan mencolok di tembok terminal wisata Kemuning, spanduk di kantor desa, serta dinding bangunan bekas RS Kustati yang mangkrak.

img_title Pohon Tumbang Timpa Dua Motor di Karanganyar, Tiga Orang Terluka, Salah Satunya Dikabarkan Ojol

Cat semprot merah menjadi media protes anonim yang menyampaikan satu pesan tegas: warga mendambakan perubahan pucuk kepemimpinan.

Seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan kejadian ini. Ia menduga aksi itu dilakukan secara diam-diam, baik semalam sebelumnya atau pada siang hari.

img_title Hilang Sejak Dini Hari, Pegawai DLH Karanganyar Ditemukan Meninggal di TPS Depan Pemakaman

"Banyak warga yang kecewa terhadap kinerja Penjabat (PJ) Kepala Desa. Tapi siapa yang nekat mengekspresikannya seperti ini, belum jelas,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Ngargoyoso langsung bergerak cepat. Pelaksana Harian Camat Ngargoyoso, Suwardoyo, turun tangan dengan mendatangi kantor desa untuk memberikan pembinaan. Fokusnya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik yang ditengarai menjadi pemicu utama ketidakpuasan.

“Dugaan kami, aksi ini mencerminkan keresahan warga yang merasa tidak puas dengan pelayanan pemerintahan desa. Kami sudah arahkan agar perangkat desa lebih responsif,” tegas Suwardoyo.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa tuntutan pergantian kepala desa tidak bisa serta-merta dipenuhi. “Secara regulasi, belum memungkinkan dilakukan pergantian kepala desa di tengah masa jabatan. Aspirasi warga tetap harus disalurkan lewat jalur yang benar,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, PJ Kepala Desa Kemuning, Agus, belum memberikan tanggapan atas aksi yang menghebohkan ini. Ketika dihubungi, ia belum merespons permintaan konfirmasi.

Aksi vandalisme ini tidak hanya meninggalkan jejak cat merah di dinding, tetapi juga menggambarkan gejolak bawah tanah yang selama ini tertahan. Pemerintah setempat dihadapkan pada tantangan besar: meredam gejolak, mendengar suara rakyat, dan memulihkan kepercayaan warga.