Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar Jadi Wartawan Dadakan Saat Ngopi Pagi di Pendopo RM Said
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Matahari pagi belum terlalu tinggi saat suasana akrab tercipta di halaman belakang RM Said, pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Acara “Ngopi Bareng Bupati” yang digelar santai itu menjadi ruang lepas bagi para pejabat untuk saling bercengkerama.
Namun pagi itu bukan hanya tentang kopi dan obrolan ringan. Ada pemandangan tak biasa. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, mendadak berperan menjadi wartawan.
Dengan kamera milik Kominfo, Adhe pun mulai memotret wartawan satu per satu. Tak asal jepret—Adhe tampak teliti memilih sudut, menyusun komposisi, dan bahkan memberi arahan pose.
Wabup Adhe Eliana berperan jadi pewarta
- VIVA Jogja
Seolah ia sedang menjalani profesi lamanya. Padahal, ia belum pernah menjadi wartawan apalagi menjadi fotografer profesional.
Beberapa saat kemudian, giliran Adhe memainkan peran sebagai wartawan. Dengan menggunakan handphone miliknya, Adhe pun mengarahkan handphone itu kearah Bupati Rober Christanto, lalu meluncur satu-dua pertanyaan dengan gaya santai namun tajam.
Rober pun menanggapi dengan senyum lebar, bahkan sesekali membalik peran dengan balik bertanya. Suasana pun penuh tawa, cair, dan jauh dari kesan resmi.
“Saya itu sebenarnya dulu punya cita-cita jadi wartawan,” ujar Adhe, tanpa menghapus senyum dari wajahnya. “Tapi ya jalan hidup membawa saya ke jalur yang berbeda.”
Ucapannya bukan gimik. Beberapa wartawan yang hadir mengaku sering melihat Adhe beraksi seperti ini.
Bahkan dalam kunjungan lapangan, baik Rober maupun Adhe kerap ikut memotret atau bergaya tengah mewawancarai Terkadang apa yang dilakukan keduannya ini justru membantu jurnalis.
Momen pagi itu menyiratkan satu hal penting: Rober dan Adhe bukan tipe pemimpin yang menjaga jarak.
Mereka turun langsung, tidak sekadar memberi arahan dari balik meja. Bahkan, mereka tak canggung mengambil peran jurnalis, sekadar untuk memahami lebih dalam apa yang sedang terjadi di sekitar mereka.
“Biar suasana santai. Kalau kita terlalu formal terus, malah nggak dapat ceritanya,” kata Bupati Rober sembari tertawa kecil.
Kehangatan itu nyata terasa. Para wartawan yang biasanya harus berebut momen wawancara, pagi itu justru menikmati peran terbalik: mereka yang diwawancarai, atau difoto oleh sang Wakil Bupati.