MTs Al Islam Jamsaren Dapat Bantuan Water Filter, Kini Siswa Bisa Minum Langsung dari Kran

MTs Al Islam Jamsaren Dapat Bantuan Water Filter
Sumber :
  • Ist/VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Program Overseas Humanitarian Programme hasil kolaborasi antara Singapore Red Cross (SRC) dan PMI Kota Surakarta terus berlanjut. 

img_title OJK Minta UMKM Waspadai Modus Penipuan Digital, Mulai Investasi Bodong hingga Lowongan Kerja Palsu

MTs Al Islam Jamsaren menjadi sekolah terakhir yang mendapat pelatihan serta bantuan fasilitas dalam rangkaian program tersebut. Selain itu sekolah juga diberikan bantuan Water Filter untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. 

Dengan adanya water filter maka yang tadinya air disekolah tidak layak minum hingga sekarang dapat dinikmati siswa siswi untuk langsung dapat dikonsumsi

img_title PCNU Solo Dorong Hukuman Berat bagi Koruptor, Minta Aparat Tak Tebang Pilih

Sebanyak 30 siswa mengikuti pelatihan First Aid and Disaster Preparedness yang difasilitasi langsung oleh tim dari Singapore Red Cross. 

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pelatihan First Aid and Disaster Preparedness serta penyerahan bantuan sarana penunjang di sekolah-sekolah wilayah Kelurahan Mojo.

img_title Polisi & Jaksa Memanas, Pakar Hukum Minta Tinggalkan Ego Sektoral Demi Cegah Kekosongan Penegakan Hukum

Dalam sambutannya, Kepala MTs Al Islam Jamsaren, Faizul Irom menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan.

"Kegiatan ini sangat positif. Kami berharap ke depan program seperti ini dapat terus berlanjut," ucapnya.

Menurutnya pelatihan kebencanaan ini membuat anak-anak semakin paham, dan bantuan water filter yang diberikan sangat bermanfaat. 

"Kini siswa-siswi bisa langsung minum air yang sebelumnya tidak layak konsumsi," ujar Faizul.

Dalam momen tersebut, kepala sekolah bersama tim SRC juga mencoba langsung air hasil penyaringan dari water filter yang diberikan, untuk memastikan kualitas dan rasa air layak konsumsi tersebut.

Salah satu relawan dari Korps Sukarela (KSR) Universitas Kusuma Husada, Tiara, yang ikut menjadi fasilitator dalam kegiatan ini, menyebut pengalaman ini sebagai momen berharga.

"Ini pengalaman baru bagi kami bisa terlibat langsung di lapangan bersama relawan dari negara lain. Meski terkadang ada kendala bahasa, semangat kami tetap sama dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada adik-adik PMR," pungkasnya