Karanganyar Menatap Masa Depan Sebagai Homeland Otomotif, Meski Sirkuit Belum Terwujud

Pengurus Baru INI Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

Jogja –KARANGANYAR, VIVA Jogja - Harapan akan hadirnya sirkuit balap di Kabupaten Karanganyar masih harus bersabar.

img_title Donasi Warga Karanganyar Mengalir, Pemkab Salurkan Rp660 Juta ke Aceh dan Sumatera

Meski sudah masuk dalam rencana, realisasinya harus ditunda karena pemerintah daerah tengah fokus melakukan efisiensi anggaran demi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Karanganyar periode 2025–2030 di Pendopo Raden Mas Said, Minggu (22/6/2025).

img_title Bobby Resmi Pimpin KNPI, Gerakan Pemuda Karanganyar Menguat Tolak Geothermal

Dalam sambutannya, Rober tak menampik bahwa sirkuit balap sudah dirancang untuk dibangun. Namun, keterbatasan anggaran membuat proyek itu harus diprioritaskan di masa mendatang.

"Sebenarnya sudah kami rencanakan tahun ini, tapi karena kebijakan efisiensi, kami fokus dulu ke layanan masyarakat," kata Rober.

img_title Kandidat Kuat Calon Sekda Karanganyar Sudah di Tangan Bupati Rober Christanto

Meski demikian, semangat membangun ekosistem otomotif di Karanganyar tetap menyala. Rober berharap pengurus IMI yang baru mampu mencetak prestasi serta memperkuat identitas Karanganyar di pentas otomotif nasional.

“Tugas IMI ke depan bukan hanya membina atlet, tapi juga menjadikan Karanganyar sebagai daerah dengan prestasi otomotif yang lebih gemilang,” ujarnya optimis.

Sementara itu, Ketua Umum IMI Karanganyar, Boby Aditia Putra Pamungkas, menyatakan bahwa pihaknya segera menyusun langkah konkret pasca pelantikan, termasuk menggelar event balap di tingkat lokal.

“Kami tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, tapi juga ingin menjadikan Karanganyar sebagai homeland otomotif di Jawa Tengah,” ucap Boby penuh semangat.

Boby menambahkan, Karanganyar memiliki potensi besar untuk berkembang dalam dunia otomotif, baik dari sisi atletik maupun komunitas.

Ia pun membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder agar mimpi memiliki sirkuit suatu hari nanti bisa diwujudkan bersama.