177 Kopdes Karanganyar Mulai Operasional, Bangkit dari Belakang Jadi Tiga Besar Nasional

Bupati Rober Christanto kukuhkan koperasi Merah Putih
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Sebuah lompatan besar dilakukan Kabupaten Karanganyar dalam dunia koperasi nasional. 

img_title PP Muhammadiyah Targetkan UMUKA Solo Sejajar UMS, Muh Samsuri Emban Misi Perkuat Kualitas Kampus

Sebanyak 177 Koperasi Desa (Kopdes) dan Kelurahan (Kopkel) yang tersebar di seluruh wilayah Karanganyar kini resmi siap operasional dan telah memasuki tahap kontrak bisnis hanya dalam tiga hari sejak terbentuk.

Pencapaian ini menempatkan Karanganyar di urutan ketiga tercepat secara nasional, setelah Pati dan Brebes.

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi dan ESDM Karanganyar, Aris Martopo, menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi lintas sektor.

“Kita mulai dari belakang, tapi finish terdepan. Ini bukan keajaiban, ini kerja keras semua pihak—mulai dari Pak Bupati, camat, lurah, hingga mitra strategis seperti Bank Jateng,” ungkapnya, Kamis (26/6/2025).

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

Aris menekankan bahwa kehadiran koperasi ini bukan sekadar formalitas, namun langsung mengarah pada eksekusi nyata di lapangan.

“Jangan bayangkan koperasi itu rumit. Hari ini, dengan MoU dan sistem digital yang telah kami siapkan, pelaku koperasi tinggal isi link dan tanda tangan. Modal dari Bank Jateng cair, toko berdiri, dan operasional langsung jalan,” jelasnya.

Dalam ekosistem ini, koperasi tidak berdiri sendiri. Telah ada skema kerjasama dengan PT Berdikari, PT Pupuk Indonesia, hingga PT Bulog.

Tiga jenis pupuk utama—urea, NPK Poska, dan organik—siap didistribusikan. Bahkan kebutuhan pokok seperti gas bersubsidi dan non-subsidi, hingga pangan olahan, bisa disalurkan melalui koperasi.

Tak hanya itu, koperasi juga menjadi mitra layanan publik. “Warga cukup ke kopdes untuk bayar pajak tahunan. Tidak perlu ke Samsat. Ada insentif juga untuk pengelola,” tambah Aris.

Keberhasilan Karanganyar ini mendapat pengakuan dari tingkat nasional. Menurut Aris, Presiden Prabowo Subianto melalui Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan efektif Kabupaten Karanganyar.

Sebuah capaian yang dinilai luar biasa, mengingat Karanganyar bukan termasuk yang tercepat memulai, namun mampu menuntaskan 100% tepat waktu.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto menyampaikan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci sukses program ini.

"Dulu saya pun sempat ragu, apakah koperasi ini bisa jalan. Tapi ternyata, dengan dukungan semua pihak, kita justru jadi percontohan nasional,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title