Tradisi Malam 1 Suro, Ratusan Pendaki Naik Gunung Lawu, BPBD Kerahkan Relawan

Gunung Lawu dari Kejauhan
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Menyambut malam 1 Suro, jalur pendakian Gunung Lawu mulai dipadati pendaki. 

img_title Longsor Putus Akses Antardusun di Jatiyoso Karanganyar, 18 Rumah Warga Terisolasi

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar menurunkan puluhan relawan di dua jalur utama, Cemoro Kandang (Tawangmangu) dan Candi Cetho (Jenawi). 

Langkah ini diambil karena cuaca di kawasan pegunungan masih sulit diprediksi. Meski sudah memasuki musim kemarau, hujan masih kerap turun. Selain itu, suhu di puncak Lawu bisa turun drastis, bahkan menyentuh titik nol derajat.

img_title Perangkat Desa di Karanganyar Diciduk Saat Ambil Tempelan Sabu, Mengaku Sudah 5 Kali Membeli

“Sekarang ini musim kemarau basah, jadi cuacanya tidak menentu. Bisa panas, bisa hujan tiba-tiba. Ini yang perlu diwaspadai,” kata Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, saat ditemui di RM Said, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/6/2025) 

Menurut Hendro, peningkatan jumlah pendaki terjadi sejak beberapa hari terakhir. Tradisi malam 1 Suro memang menjadi momen sakral bagi sebagian orang.

img_title RDTR Jadi Modal Baru Karanganyar Gaet Investor, Pemkab Siapkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan Asosiasi

Banyak pendaki yang naik ke Lawu untuk melakukan ritual spiritual atau sekadar menikmati suasana malam pergantian tahun Jawa.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD telah mendirikan posko pemantauan di Basecamp Cemoro Kandang. Selain itu, relawan juga disiagakan di beberapa titik jalur pendakian, mulai dari Pos 1 hingga Pos 4.

“Kami juga bekerja sama dengan relawan setempat dan aparat kepolisian. Semua pendaki didata dan dicek kesehatannya sebelum naik,” tambah Hendro.

Ia juga mengingatkan pendaki agar mempersiapkan perlengkapan dengan matang. Jaket tebal, jas hujan, obat pribadi, dan senter wajib dibawa.

"Jangan anggap remeh cuaca di gunung. Kondisinya bisa cepat berubah. Kami imbau pendaki berhati-hati dan selalu lapor ke petugas jika terjadi sesuatu," tegasnya.

Puncak keramaian diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/6), karena akhir pekan biasanya menjadi waktu favorit pendakian.