Misi Berat Plt Dirut Suparno dalam Dua Bulan, Benahi Layanan Air Karanganyar Tanpa Bebani Pelanggan

Plt Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Suparno
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Per 1 Juli 2025, Suparno resmi mengemban tanggung jawab sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu Karanganyar. Ia menggantikan Prihanto, direktur sebelumnya, yang masa jabatannya telah usai. 

img_title Nyaris Setahun Dipimpin Plt, Jabatan Dirut PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Sudah 5 Kali Diperpanjang

Penunjukan ini membawa dua misi besar dalam waktu yang singkat: meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi pendapatan—tanpa membebani pelanggan dengan kenaikan tarif.

Penugasan Suparno disampaikan langsung oleh jajaran Pemkab Karanganyar melalui Asisten II Setda, Titis Djawoto, dan Kabag Perekonomian, Asih Handayani. Mereka membawa amanat langsung dari Bupati Rober Christanto.

img_title FMPK Beberkan Alasan Dasar Persoalan Seleksi Dirut PUDAM Tirta Lawu

Suparno mengungkapkan agenda utama yang langsung dikebut sejak hari pertama menjabat. Pertama adalah menyelesaikan pergantian pipa distribusi di jalur selatan, mengganti saluran lama ukuran 3/4 dim menjadi 2 dim agar aliran air ke pelanggan lebih maksimal.

“Pekerjaan ini ditarget rampung dalam satu bulan. Setelah itu, kami langsung beralih ke pembaruan meteran pelanggan yang rusak,” jelas Suparno.

img_title DPRD Karanganyar Panggil Pansel Direksi PUDAM, Latar Belakang Pendidikan Calon Dirut Tak Dipaparkan

Dari total 81.000 pelanggan aktif, cukup banyak meteran yang tidak akurat. Jika ini tak segera dibenahi, potensi kebocoran pendapatan akan terus terjadi. 

Dengan meteran baru, konsumsi air bisa terpantau lebih presisi, sehingga pemasukan PUDAM pun bisa dihitung lebih akurat.

Lebih lanjut, Suparno menegaskan pentingnya efisiensi dalam investasi. Setiap pengeluaran untuk penggantian pipa dan meteran akan dievaluasi dari dampaknya terhadap pendapatan.

“Kalau dalam setengah bulan kita bisa lihat tren pemakaian air yang sesungguhnya, maka kita bisa tahu apakah perbaikan ini memberi hasil signifikan atau tidak,” katanya.

Dengan data itu, PUDAM berharap bisa segera mencapai Break Even Point (BEP), titik impas antara biaya dan pendapatan.

Suparno juga membawa amanat penting dari Bupati Rober, pendapatan harus naik, tapi tarif jangan ikut naik.

Arahan ini menjadi pedoman dalam setiap langkah perbaikan. Meski tarif PUDAM Karanganyar tergolong paling murah se-Solo Raya, pelayanan kepada pelanggan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Kuncinya ada di efisiensi dan keandalan layanan. Kalau aliran air lancar dan meteran akurat, pendapatan akan ikut meningkat tanpa perlu menaikkan tarif,” ujar Suparno.

Halaman Selanjutnya
img_title