Mahaka Desak Dinas Pendidikan Transparan Soal Seragam Sekolah di Karanganyar
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Polemik seputar pengadaan seragam sekolah kembali mencuat di Kabupaten Karanganyar.
Setiap tahun, warga dibuat resah dengan praktik penjualan seragam yang dinilai membebani orang tua siswa, bahkan memunculkan dugaan pungutan liar.
Kiswadi Agus, Ketua Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), mengungkapkan kekhawatirannya terkait pola pengadaan seragam yang berulang kali menimbulkan keluhan masyarakat.
“Seragam itu konsepnya harus sama, tapi bukan berarti harus mahal. Permasalahan ini muncul tiap tahun, namun jarang diselesaikan secara tuntas,” ujar Kiswadi saat ditemui wartawan, Rabu (9/7/2025).
Menurutnya, beberapa sekolah masih menjual seragam secara langsung kepada siswa dengan harga yang tidak wajar.
Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus, harga satu paket seragam bisa mencapai satu juta rupiah. Parahnya lagi, orang tua masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjahit seragam tersebut.
"Kalau sudah ada imbauan dari dinas untuk tidak menjual seragam, tapi sekolah masih melakukannya, maka kepala sekolah harus dievaluasi. Ini menyangkut kepercayaan publik,” tegasnya.
Kiswadi menyarankan agar pengadaan seragam dilakukan secara lebih terbuka dan kompetitif. Menurutnya, banyak solusi yang bisa diterapkan, salah satunya melalui pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau skema subsidi dari pemerintah daerah.
Ia juga menekankan bahwa bantuan seragam seharusnya tak hanya menyasar siswa dari keluarga miskin, tetapi juga anak-anak dari keluarga yang tergolong kurang mampu.
“Kebijakan harusnya inklusif. Kalau dari dinas memang ada bantuan seragam, seharusnya itu disosialisasikan dengan baik. Jangan sampai ada yang merasa tidak mampu, tapi tidak tahu cara mendapatkan bantuan,” imbuhnya.
Mahaka meminta Dinas Pendidikan Karanganyar turun tangan lebih tegas dan transparan dalam menangani persoalan ini.
Masyarakat berharap ke depan, urusan seragam tidak lagi menjadi beban tahunan, melainkan bisa menjadi bagian dari solusi pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.