Kejari Karanganyar Bongkar Skandal Alkes & Masjid Miliaran, Dukungan Publik Mengalir Deras

Kades Jaten Ditahan Kejari Karanganyar
Sumber :
  • VIVA Jogja

KARANGANYAR, VIVA Jogja - Upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejaksaan Negeri Karanganyar kini menjadi perhatian luas masyarakat.

img_title Tinggal Menunggu Pulang Setelah 3 Tahun di Jepang, Pemuda Karanganyar Tewas Tenggelam

Di bawah kepemimpinan Kepala Kejari Robert Jimmy Lambila, institusi tersebut menunjukkan langkah tegas dalam mengusut dugaan penyimpangan anggaran di berbagai sektor pemerintahan daerah.

Beberapa kasus menonjol yang saat ini tengah ditangani Kejari mencakup dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa, pengadaan alat kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan, serta proyek pembangunan fasilitas publik berskala besar yang menelan anggaran miliaran rupiah.

img_title Dana Nasabah BMT Alfadinar Belum Dibayarkan, 350 Orang Datangi Polisi di Karanganyar

Langkah tegas tersebut mendapatkan dukungan dari organisasi masyarakat sipil di Karanganyar. Salah satunya datang dari Ketua Masyarakat Handarbeni Karanganyar (Mahaka), Kiswadi Agus, yang menilai bahwa Kejari telah menjalankan fungsinya secara profesional dan berani.

“Penanganan kasus-kasus besar ini menunjukkan bahwa penegakan hukum di Karanganyar tidak lagi berjalan setengah hati. Ini menjadi harapan baru bagi masyarakat,” ujar Agus, Kamis (10/7/2025).

img_title Bawaslu Karanganyar Tembus Dua Besar Nasional, 31 Kampung Pengawasan Ditargetkan Berlipat Ganda

Menurutnya, proses hukum yang kini berjalan telah menyentuh sejumlah pejabat aktif maupun mantan pejabat, termasuk dari kalangan aparatur sipil negara dan penyedia jasa proyek. Agus menyebut penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku lapangan, tetapi harus menyasar siapa pun yang terlibat, termasuk pengambil keputusan di balik layar.

Di tengah penanganan sejumlah kasus tersebut, respons positif juga terlihat di ruang digital. Warganet ramai-ramai menyuarakan dukungan terhadap langkah Kejari melalui media sosial. Banyak yang berharap upaya pemberantasan korupsi ini bisa konsisten dan berkelanjutan.

"Masyarakat sudah lama menunggu proses hukum yang berpihak pada kepentingan publik. Ini saatnya aparat hukum bekerja tanpa tekanan politik maupun kepentingan pribadi,” lanjut Agus.

Ia menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap birokrasi, agar tidak hanya bergantung pada momentum penindakan hukum semata. Mahaka, kata Agus, siap menjadi mitra kritis pemerintah dan aparat penegak hukum demi menjaga transparansi serta integritas di tingkat daerah.

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap kepemimpinan daerah yang baru dapat menjadikan momentum ini sebagai awal dari tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan akuntabel.

“Harapan kami, pemerintahan Karanganyar ke depan benar-benar serius membangun sistem birokrasi yang bersih. Semangat kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan aparat hukum harus terus dijaga,” tutupnya.