RSUD Kartini Karanganyar Belum Bisa Layani Cuci Darah, Izin Kemenkes Belum Turun
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Kebutuhan layanan cuci darah (hemodialisa) di Karanganyar kian mendesak. Namun, harapan warga untuk mendapat layanan tersebut di RSUD Kartini masih tertahan.
Penyebabnya bukan soal alat—semua sudah siap. Tapi izin operasional dan kekurangan tenaga medis membuat layanan ini belum bisa dijalankan.
Direktur RSUD Kartini, dr. Arif Setyoko, mengungkapkan rumah sakit milik pemerintah itu telah menyiapkan 11 mesin hemodialisa, termasuk satu di ruang ICU. Namun hingga kini, layanan belum bisa dibuka lantaran izin dari Kementerian Kesehatan belum turun.
“Peralatan sudah lengkap. Tapi kami masih menunggu izin dan dokter spesialis penyakit dalam masih menjalani pendidikan,” ujar dr. Arif, Kamis (17/7/2025).
Padahal, RSUD Kartini sebetulnya bisa menjadi solusi penting. Selama ini, warga Karanganyar yang membutuhkan terapi cuci darah hanya bisa bergantung pada RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Akibatnya, antrean panjang pun tak terhindarkan.
Bahkan dalam kondisi darurat, pasien harus dirujuk ke luar kota seperti Solo, bahkan Semarang. RSUD Kartini mencatat, ada pasien dari Mojogedang yang terpaksa dibawa ke Semarang hanya karena tak mendapat tempat untuk cuci darah di Karanganyar.
Selain terkendala izin, Arif juga menekankan pentingnya kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Tanpa dukungan itu, pasien harus membayar sendiri hingga Rp1 juta untuk satu sesi hemodialisa.
“Kebanyakan pasien menggunakan KIS. Kalau layanan tidak terintegrasi dengan BPJS, tentu ini jadi beban berat bagi mereka,” tegasnya.
Yang lebih memprihatinkan, pasien gagal ginjal tak lagi didominasi kalangan lanjut usia. Arif menyebut, kini mulai banyak remaja bahkan anak-anak yang harus menjalani cuci darah.
Penyebabnya? Gaya hidup tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi garam, junk food, minuman berpemanis, serta zat aditif menjadi pemicu utama.
“Anak-anak usia sekolah sudah ada yang harus HD. Ini jadi peringatan keras untuk kita semua. Gaya hidup harus diubah dari sekarang, bukan saat sudah sakit,” katanya.
RSUD Kartini berharap proses perizinan bisa segera rampung. Jika dokter spesialis yang sedang menjalani pendidikan sudah selesai dan izin resmi turun, rumah sakit siap membuka layanan. Masyarakat Karanganyar pun tak perlu lagi menunggu lama atau menempuh perjalanan jauh untuk cuci darah.