Terpilih Jadi Ketua Umum, Kaesang Bongkar Ulang Struktur PSI dari Pusat hingga Ranting
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Setelah resmi memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep langsung memulai langkah strategis untuk memperkuat pondasi partai.
Tidak menunggu lama, ia mengumumkan agenda pembenahan menyeluruh mulai dari pusat hingga struktur paling bawah.
Dalam pernyataannya, Kaesang menekankan pentingnya waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan partai menghadapi Pemilu 2029.
Ia menilai, masa empat tahun ke depan harus dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi, konsolidasi kader, dan menata ulang arah perjuangan politik PSI.
“Dengan waktu yang ada, kita bisa benar-benar membentuk sistem kaderisasi yang kuat dan terstruktur. Mulai dari tingkat nasional sampai ke basis-basis terkecil,” ungkap Kaesang saat menyapa para pengurus di Solo, Sabtu (19/7/2025).
Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah keputusan PSI mengubah lambang partainya. Jika sebelumnya partai ini identik dengan simbol mawar, kini beralih ke gambar gajah.
Menurut Kaesang, perubahan ini bukan sekadar kosmetik, tetapi simbol pergeseran nilai yang lebih mendalam.
“Gajah itu tenang tapi kuat, tidak gampang terpancing dan selalu melindungi kelompoknya. Ini nilai yang ingin kami tanamkan ke dalam karakter PSI ke depan,” jelasnya.
Langkah transformasi PSI tidak berhenti di sana. Kaesang juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun tim formatur untuk merancang komposisi kepengurusan yang baru.
Ia memastikan, proses ini dilakukan secara inklusif dan membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi baru yang ingin terlibat dalam politik.
Rekrutmen kader akan dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya menjelang pemilu, tetapi sebagai upaya jangka panjang membentuk kekuatan politik berbasis massa yang aktif dan sadar visi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri PSI, Jeffrie Geovanie, menyambut baik arah baru yang diambil partai. Ia menyoroti keberhasilan PSI dalam menggelar kongres dengan sistem pemilihan elektronik penuh, mencerminkan komitmen partai terhadap prinsip keterbukaan dan partisipasi.
“Ini momen bersejarah. PSI kini menunjukkan bahwa partai politik bisa modern, transparan, dan tidak elitis. Sistem digital dan one man one vote menjadi tonggak demokrasi internal kami,” ujar Jeffrie.
Dengan strategi baru, simbol yang lebih kuat, dan pendekatan terbuka terhadap kaderisasi, PSI di bawah Kaesang tidak hanya mengincar kursi di parlemen, tetapi juga ingin mengubah wajah politik Indonesia menjadi lebih segar dan progresif.