Kaesang Pimpin PSI Lagi, Jokowi Tepis Isu Dinasti di Kongres Solo

Jokowi di Kongres PSI
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Presiden RI ke 7 Joko Widodo menegaskan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukanlah partai milik elite maupun keluarga tertentu. 

img_title 20 Tahun Puasa Kursi DPRD, PPP Karanganyar Bidik Satu Fraksi pada Pemilu 2029

Penegasan itu disampaikan langsung di hadapan ribuan kader PSI dalam Kongres Nasional yang digelar di Graha Saba Buana, Solo, Sabtu (19/7/2025).

“Tidak ada saham milik elite, tidak ada kepemilikan keluarga. PSI adalah milik seluruh anggotanya,” ujar Jokowi tegas, disambut tepuk tangan para peserta kongres.

img_title PPP Batang Mulai Bangun Ulang Kekuatan, Bidik Generasi Z di Dapil IV Menuju Pemilu 2029

Pernyataan itu disampaikan sesaat sebelum hasil pemilihan ketua umum PSI diumumkan. Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum PSI periode 2025–2030, usai meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara elektronik (e-vote) yang diikuti kader secara daring dan luring.

Kaesang mengungguli dua kandidat lain, yakni Ronald A. Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang. 

img_title Kaesang Pilih Dapil Jateng 5, Jokowi Ungkap Perhitungan di Balik Langkah Politik Putranya

Kemenangan tersebut menandai lanjutan kepemimpinan Kaesang yang sebelumnya sudah memimpin PSI sejak akhir 2023.

Dalam sambutannya, Jokowi juga menyampaikan dukungan politik terbuka kepada PSI. Ia menyatakan siap membantu dan bekerja keras demi kemajuan partai tersebut ke depan.

“Saya akan dukung sepenuhnya. Saya akan ikut bekerja untuk PSI,” kata Jokowi.

Presiden dua periode itu turut mengapresiasi capaian PSI dalam Pemilu 2024, di mana partai tersebut meraih 181 kursi DPRD di berbagai daerah. 

Ia mendorong agar PSI mulai menyiapkan daftar calon legislatif dari tingkat pusat hingga daerah secara lebih matang.

“Kalau manajemennya solid, perolehan suara bisa naik tiga kali lipat di pemilu mendatang,” tambahnya.

Kongres PSI tahun ini juga diwarnai dengan peluncuran logo baru partai. PSI secara resmi mengganti lambangnya dari bunga mawar menjadi gajah.

Pelaksana tugas Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menjelaskan pemilihan simbol gajah didasari oleh karakter hewan tersebut yang dikenal cerdas, kuat, setia, dan menjunjung tinggi solidaritas.

“Gajah adalah hewan yang tidak mudah lupa, punya empati, dan tangguh. Ini selaras dengan karakter kader PSI yang kami harapkan ke depan,” ujar Andy.

Meski tampak dominan, warna merah dalam logo baru disebut Andy tak membawa simbolisme khusus. Pilihan warna merah, putih, dan hitam lebih ditujukan pada kesinambungan visual dari lambang sebelumnya.