Kongres Nasional PSI, Prabowo Disoraki Dua Periode, Kaesang Naik Jadi Ketua Umum
- VIVA Jogja
SOLO, VIVA Jogja - Ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memadati Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada Minggu malam (20/7/2025).
Acara penutupan Kongres Nasional I PSI itu menjadi panggung politik penting, tak hanya karena kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, tetapi juga karena lahirnya pemimpin baru PSI, Kaesang Pangarep.
Kedatangan Presiden Prabowo sekitar pukul 19.35 WIB sontak mengundang gelombang sorak dari ribuan kader PSI yang hadir. Mengenakan setelan safari warna krem, Prabowo disambut dengan teriakan dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan nasional bersama Gibran.
"Dua periode, dua periode!” begitu suara massa menyambut pasangan kepala negara tersebut.
Antusiasme kader muda PSI membentuk atmosfer kampanye yang kuat, meskipun acara berbalut agenda internal partai. Tak hanya menyerukan dukungan, para kader juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Prabowo-Gibran atas arah politik yang dinilai selaras dengan semangat generasi muda.
Setelah menyapa hadirin dan pimpinan parpol yang hadir, termasuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Presiden Prabowo menyampaikan pidato selama 30 menit. Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya regenerasi politik dan peran partai baru dalam memperkuat demokrasi nasional.
Sebelum Presiden berbicara, Kaesang Pangarep terlebih dahulu memberikan sambutan perdananya sebagai Ketua Umum PSI. Putra bungsu Presiden Jokowi itu baru saja dinyatakan menang dalam pemilihan internal partai, setelah meraih suara terbanyak dalam proses e-voting.
Dalam pemilihan yang digelar secara digital, Kaesang memperoleh 65,28% suara dari total 157.579 partisipan. Dua pesaingnya, Ronald Aristone Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang, masing-masing memperoleh 22,23% dan 12,49%. Dengan kemenangan ini, Kaesang mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin baru PSI.
Langkah politik PSI memasuki babak baru dengan figur muda di pucuk kepemimpinan dan relasi politik strategis yang terus berkembang. Sinyal konsolidasi kekuatan politik antara PSI dan pemerintah pusat semakin jelas terbaca dari dinamika kongres tersebut.