Presiden Prabowo Temui Jokowi di Solo, Ini Poin Penting Hasil Pertemuan Dua Tokoh Bangsa

Prabowo usai bertemu Jokowi
Sumber :
  • VIVA Jogja

SOLO, VIVA Jogja - Sebelum menutup Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Minggu malam, 21 Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri bersilaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kawasan Sumber, Solo.

img_title Respons Jokowi Usai Sidang Bergulir: Siap Hadir jika Dipanggil Majelis Hakim

Kunjungan tersebut berlangsung pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 WIB. Presiden Prabowo tampak santai saat memasuki rumah Jokowi. Pertemuan keduanya berlangsung sekitar 40 menit dalam suasana akrab dan penuh canda tawa.

Kepada para jurnalis yang telah menunggu di depan kediaman Jokowi, Prabowo mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ajang berbagi informasi terkait agenda-agenda internasional yang baru saja dilakukannya.

img_title Misteri Bayi Laki-laki Ditemukan Terlantar di Toilet KA Sancaka, Polisi Selidiki Pelakunya

“Saya baru kembali dari beberapa kunjungan penting ke luar negeri. Saya merasa perlu berbagi pandangan dengan beliau (Jokowi),” ujar Prabowo.

Salah satu hal yang disorot Prabowo dalam perbincangan tersebut adalah sambutan hangat yang ia terima dari para pemimpin Uni Eropa.

img_title Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Toilet KA Sancaka, CCTV hingga Saksi Ditelusuri

“Bayangkan, saya diterima pada hari Minggu, padahal itu hari istimewa bagi mereka. Bahkan Raja Belgia kembali lebih awal ke Brussels untuk bertemu saya secara pribadi. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap Indonesia,” kata Prabowo dengan nada optimistis.

Menurutnya, keberhasilan diplomasi itu tidak lepas dari pendekatan personal yang ia bangun dalam setiap interaksi dengan pemimpin dunia.

Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia dalam percaturan global. Ia menekankan bahwa Indonesia akan terus berpegang pada prinsip bebas dan aktif, menjaga hubungan baik dengan semua pihak, tanpa terjebak dalam blok-blok kekuatan dunia.

“Kita tidak ingin berpihak, tapi ingin bersahabat dengan semua. Karena itulah kita bisa diterima di BRICS, OECD, CPTPP, maupun IPEF. Netralitas dan rasa hormat adalah kunci utama,” ujarnya.

Setelah berbincang akrab dengan Jokowi, Prabowo pamit dan melanjutkan agenda berikutnya—menghadiri penutupan Kongres PSI. Sebelum naik ke kendaraan dinasnya bertanda plat “Indonesia”, ia sempat bergurau kepada awak media.

“Saya harus ganti baju dulu, mau ke Kongres PSI,” ujarnya seraya tersenyum.