PUDAM Tirta Lawu Kejar Break Even Point, Komisi B DPRD Sidak Proyek Efisiensi Bernilai Miliaran Rupiah
- VIVA Jogja
KARANGANYAR, VIVA Jogja - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar terus melakukan pembenahan infrastruktur dan efisiensi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan sekaligus mengejar target break even point (BEP).
Proyek-proyek strategis yang dijalankan mencakup penggantian jaringan pipa distribusi dan peremajaan meteran air pelanggan yang rusak.
Menanggapi program tersebut, Komisi B DPRD Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik lokasi pengerjaan sebagai bentuk pengawasan anggaran dan kualitas pelaksanaan di lapangan.
“Kami melihat langsung progres di lapangan. Upaya PUDAM patut diapresiasi, tapi kami tetap mendorong agar efisiensi ini benar-benar berdampak pada kenaikan pendapatan dan pelayanan yang lebih baik,” ujar Latri Listyowati, Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Rabu (24/7/2025).
Plt Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu, Suparno, menjelaskan bahwa dari hasil evaluasi per 2 Juli 2025, terdapat 23 titik distribusi yang membutuhkan penggantian pipa. Namun karena keterbatasan waktu dan sumber daya, hanya 12 titik yang bisa ditangani terlebih dahulu.
"Waktu kita hanya dua bulan. Jadi kita prioritaskan yang paling mendesak. Alhamdulillah, dari 12 titik itu, progresnya sudah mencapai 80 persen,” jelas Suparno.
Menurutnya, hingga kini tidak ada keluhan dari pelanggan terkait pengerjaan maupun kualitas perbaikan jalan setelah proyek. PUDAM juga memastikan bahwa pengembalian rabat, betonisasi, dan pengaspalan dilakukan sesuai spesifikasi teknis, serta menggunakan alat steamer untuk efisiensi dan presisi galian.
“Kami utamakan mutu, karena pekerjaan ini menyangkut layanan masyarakat. Tidak boleh asal jadi,” tambahnya.
Sementara itu, 11 titik sisanya yang belum tersentuh akan diusulkan dalam program lanjutan kepada Direktur Utama definitif yang akan segera dilantik.
Selain proyek pipa, PUDAM juga memperbaiki sekitar 160 unit meteran air pelanggan yang rusak. Meteran itu tersebar di tiga area layanan utama: wilayah Barat, Kota, dan Timur.
“Ini bagian dari pembenahan manajemen keuangan. Dengan pengukuran air yang akurat, kita bisa meminimalisir kebocoran pendapatan,” tegas Suparno.
Peremajaan meteran ini ditargetkan rampung paling lambat akhir Agustus 2025, dan menjadi bagian penting dari strategi efisiensi untuk mengejar BEP perusahaan dalam waktu dua bulan.